LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM MESIN PRODUKSI PERTANIAN



DISUSUN OLEH :
NAMA PRAKTIKAN    : FUJIATIN
NIM                                 : J1B018026
KELOMPOK                 : I (SATU)
NAMA CO. ASSISTEN : WAHYU ADI GUNA




PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2019

HALAMAN PENGESAHAN
Laporan ini dibuat sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah mesin produksi pertanian Semester Gasal Tahun Ajaran 2019 / 2020. Fakultas Teknologi Pangan Dan Agroindustri, Universitas Mataram.

                                                                              Mataram, 14 Desember 2019


  Mengetahui,
  CO,ASSisten praktikum                                                         Praktikan

 WAHYU ADI GUNA                                                            FUJIATIN
 NIM : J1B017084                                                                   NIM : J1B018026


Menyetujui,
koordinator praktikum mesin produksi pertanian


 Fakhrul Irfan Khalil, S.T.P.,M.Si                                            Surya Abdul Muttalib.S.T.P.,M.Se





DAFTAR ISI






KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat nya, baik berupa nikmat kesehatan, kenikmatan dan kesempatan sehingga laporan ini bisa diselesaikan dan dikumpulkan dengan tepat waktu. Shalawat serta salam juga tidak lupa kami haturkan kehadirat junjungan nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan dan alam kegelapan menuju alam yang terang benderang seperti saat ini.
Terima kasih serta rasa hormat juga tidak lupa kami berikan kepada koordinator asisten praktikum Mesin Produksi Pertanian  yang telah dengan sabar mengajarkan kami sebagai seorang praktikan sehingga kami dapat menyelesaikan praktikum mesin produksi pertanian yang dilaksanakan di Fakultas Teknologi Pangan Dan Agroindustri Universitas Mataram.
Adapun tujuan dari pembuatan laporan tetap ini adalah untuk menyelesaikan mata kuliah mesin produksi pertanian program studi Teknik Pertanian fakultas teknologi pangan dan agroindustri Universitas Mataram laporan ini disusun berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan saran dan kritik yang membangun juga diharapkan agar dalam penyusunan dan pengerjaan praktikum selanjutnya bisa lebih baik lagi.

                                                                                                Mataram 14 Desember 2019

                                                                                                 Penyusun



DAFTAR GAMBAR



DAFTAR TABEL


BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG
Pengolahan  tanah  pada lahan pertanian merupakan kegiatan awal yang biasanya dilakukan oleh para petani sebelum menanam, pengolahan tanah pada lahan pertanian terbagi menjadi dua macam diantaranya pengolahan tanah primer dan pengolahan tanah sekunder. Baik itu pada tanah kering atau tegal maupun tanah sawah yang terjangkau oleh irigasi. Pengolahan tanah primer dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan tanah dengan cara dibajak, sedangkan pengolahan tanah sekunder menggunakan garu yang bertujuan untuk lebih menghancurkan dan meratakan permukaan tanah hingga lebih baik bagi pertumbuhan benih maupun tanaman, di samping itu juga tujuan dari pengolahan tanah sekunder ini adalah untuk mengawetkan dengan tanah dan meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah dengan jalan lebih menghancurkan dan meratakan permukaan tanah hingga lebih baik bagi pertumbuhan benih maupun tanaman. Di samping itu juga tujuan lain dari pengolahan tanah sekunder ini adalah untuk mengawetkan lengas tanah dan meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah dengan jalan lebih menghancurkan sisa-sisa tanaman serta mencampurnya dengan tanah.
Dalam pengolahan tanah baik itu tanah primer maupun sekunder pasti tidak akan terlepas dari bantuan berupa alat dan mesin pertanian untuk memudahkan pekerjaan. Menurut weton( 2013), alat mesin pertanian adalah berbagai alat dan mesin yang digunakan dalam usaha pertanian dan juga berguna untuk mempermudah budidaya serta peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Alat dan mesin pertanian ini ada yang secara konvensional artinya dalam pengolahan tanah masih tradisional yaitu dengan menggunakan tenaga ternak ragam mekanik yaitu motor bakar. Peralatan yang digunakan dalam pembajakan adalah berbagai jenis bajak yaitu bajak Tanah Kering  (singkat yang sempit) bajak tanah sawah singkal relatif lebar, bajak rotari (dapat membajak dan pengaruh pada saat yang bersamaan sekaligus bajak piringan ,bajak singkal sisir). Oleh karena itu, diperlukan proses praktikum pengenalan alat dan mesin pengolah tanah agar mengetahui komponen penyusun dan cara kerja dari alat dan mesin pengolah tanah.

B.     TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dari praktikum, yaitu : untuk mengetahui dan memahami fungsi dari alat pengolah tanah, mengetahui jenis-jenis alat pengolah tanah, dan untuk mengetahui bagian-bagian atau spesifikasi dari masing-masing jenis alat pengolah tanah.
C.     MANFAAT PRAKTIKUM
Adapun manfaat praktikum, yaitu:
a.       Mahasiswa dapat mengenal lebih dalam tentang berbagai macam alat pengolah tanah baik itu alat pengolah tanah primer maupun alat pengolah tanah sekunder
b.         Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan prinsip kerja dari alat traktor roda dua
c.         Mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian dari alat traktor roda dua



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pengolahan tanah dapat dipandang sebagai suatu usaha manusia untuk merubah sifat-sifat yang dimiliki oleh tanah sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki oleh manusia.Di dalam usaha pertanian, pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi fisik; khemis dan biologis tanah yang lebih baik sampai kedalaman tertentu agar sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Di samping itu pengolahan tanah bertujuan pula untuk : membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan; menempatkan seresah atau sisa-sisa tanaman pada tempat yang sesuai agar dekomposisi dapat berjalan dengan baik; menurunkan laju erosi; meratakan tanah untuk memudahkan pekerjaan di lapangan; mempersatukan/pupuk dengan tanah; serta mempersiapkan tanah untuk mempermudah dalam pengaturan air(Imelda, 2018).
Keunggulan penggunaan traktor yaitu dapat mensubstitusi penggunaan tenaga kerja yang semakin mahal dan langka di daerah pedesaan Kalimantan Barat, terutama untuk kegiatan persiapan lahan usahatani padi.Selain itu, traktor adalah alat pertanian yang digunakan untuk kegiatan persiapan lahan, yang memiliki proporsi kebutuhan terhadap tenaga kerja relatif tinggi, sehingga biaya yang diperlukan juga relatif tinggi. Efisiensi biaya pada kegiatan persiapan lahan akan memberikan pengaruh pada peningkatan pendapatan usahatani padi. Traktor juga dapat mempercepat kegiatan  lahan, sehingga memungkinkan petani untuk melakukan penanaman tepat waktu pada musim tanam( Rizaldi, 2016).
Alat pengolah tanah pertama adalah alat-alat yang pertama sekali digunakan yaitu untuk memotong, memecah dan membalik tanah.Alat-alat tersebut ada dikenal beberapa macam, yaitu bajak singkal.bajak piring dan bajak pisau berputar (rotary). Bajak rotari adalah bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar.Berbeda dengan bajak piringan yang berputar karena ditarik oleh traktor, maka Bajak ini terdiri dari pisau-pisau yang dapat mencangkul yang dipasang pada suatu poros berputar yang digerakkan oleh motor. Bajak ini banyak ditemui pada pengolahan tanah sawah untuk pertanian padi (Rohana, 2015)
Peralatan yang digunakan oleh petani pada pengolahan tanah primer adalah untukmemotong, memecah dan membalik tanah sampai kedelaman dari 15 sampai 91 cm.Alat-alat tersebut yaitu :Bajak Singkal ( Mold Board Plow)Bajak Singkal dapat digunakan untuk bermacam-macam jenis tanah dan sangat baikuntuk membalik tanah. Bagian dari bajak singkal yang berfungsimemotong danmembalik tanah disebutbotton, yang dibangun dari bagian-bagian utama, yaitu :singkal (molg board ), pisau ( share)dan penahan samping (landside). Ketiga bagianutama tersebut dipadukan pada bagian yang disebut frog.Unit ini dihubungkandengan rangka ( frame) melalui batang penarik (beam)(Anonim, 2009) .
Konsumsi bahan bakar sangat dipengaruhi oleh lamanya pengerjaan suatu luasan lahan. Semakin lama pengoperasian traktor, maka konsumsi bahan bakar akan semakin tinggi. Lamanya pengoperasian traktor ini tidak terlepas dari kapasitas lapang traktor. Faktor lain yang juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar yaitu kedalaman pengolahan dan ketinggian air pengolahan. Semakin dalam peralatan mengolah tanah, maka beban yang ditarik oleh traktor juga akan semakin besar. Ketinggian genangan pengolahan mempengaruhi tingkat kepadatan tanah yang akan diolah. Air yang cukup akan memperlunak tanah, sehingga beban yang ditarik oleh traktor semakin berkurang. Ketiadaan genangan pengolahan akan membuat beban traktor menjadi berat yang dapat memperbesar konsumsi bahan bakar.(Suripin. 2017).






BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A.    WAKTU DAN TEMPAT PRAKTIKUM
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Minggu, 03 Oktober 2019 pukul 15.00 WITA – selesai. Di laboraturium depan Fakultas Teknolgi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.
B.     ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
Adapun alat dan bahan yang digunakan, yaitu
1.      Traktor roda dua
2.      Bajak singkal
3.      Penggaris
4.      Tali rafiat
5.      Meteran
6.      Gunting
7.      Kayu pasak
8.      Buku dan pulpen
C.     PROSEDUR KERJA PRAKTIKUM
1.      Diagram alir

      Gambar 1. Diagram alir  pengenalan alat dan mesin pengolah tanah
2.      Langkah kerja
Adapun langkah kerja dari praktikum, yaitu:
a.       Disiapkan alat dan bahan
b.      Diamati bagian-bagian traktor roda dua
c.       Ditulis hasil pengamatan dari spesifikasi traktor roda dua dan bajak pengaruknya.



BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     HASIL PENGAMATAN
  Terlampir
B.      PEMBAHASAN
Traktor adalah kendaraan yang didesain spesifik untuk keperluan fraksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi.Traktor dua roda ssering disebut juga sebagai traktor tangan atau hand traktor yang mana traktor tangan ini menggunakan motor satu silinder dengan daya 5-15 hp, bahan bakar yang digunakan umumnya solar. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan 4 buah baut pengencang. Motor dapat digeser kearah depan dan belakang untu memperoleh keseimbangan traktor. Untuk menghidupkan traktor ini digunakan engkol.
 Kerangka pada traktor tanagan berperan sebagai tempat kedudukan motor penggerak , unit transmisi dan bagian traktor lainnya .daya pada motor penggerak disalurkan melalui putaran poros engkol ke kopling utama melalui sabuk V. kopling utama meneruskan daya tersebut kesusunan roda gigi transmisi untuk menggerakkan poros roda dan poros rotary. Disamping untuk menyalurkan daya, unit transmisi juga berfungsi untuk mengatur kecepatan traktor.Adapun bagian-bagian atau komponen utama traktor roda dua yaitu : , As (poros) roda, Kemudi pembantu , Mesin rotary ,Tuas persneleng utama , Tutup samping Mesin rotary ,Tuas kopling utama , Pengunci batang penggulud , Tuas persneleng cepat lambat , Pengunci batang roda rotary , Dashboard/ Papan instrumen , Tuas kopling kemudi belok kanan , Gantungan mesin rotary , Stang kemudi/ Karet pegangan , Rantai mesin rotary ,Tuas pengatur gas ,Kerangka.
Jenis-jenis mesin pengolah tanah : beberapa alat pengolah tanah Traktor roda dua dan roda 4 terdiri dari : daya penggerak utama (prime mover) untuk menarik atau menggerakkan  alat  dan mesin  pengolah  tanah (HP1). Dayanya  dibutuhkan  untuk  dapat menggerakkan  traktornya  sendiri  dalam  rangka  usahanya  untuk menarik  atau menggerakan alat dan mesin pengolah  tanah  tersebut (HP2) pada tahap pertama antara lain ada cangkul, garpu, bajak singkal (moldboard plow), bajak piring (disc plow) dan bajak rotary (rotary plow).  Bajak Singkal (Moldboard Plow)  meruapakan mesin pengolah tanah yang sudah berumur panjang, bahkan bisa dibilang paling tua. Fungsi dari bajak ini adalah untuk memotong, membalikkan, pemecahan tanah, serta pembenanaman sisa-sisa tanaman ke dalam tanah dan digunakan pada saat tahap pertama. Bajak Pirinng, Sesuai dengan namanya, bajak ini berbentuk piringan, bulat dan cekung seperti alat penggorengan dengan diameter antara 60 cm - 80 cm. Bajak jenis ini hanya bisa ditarik oleh traktor besar empat roda saja jumlahnya antara 3 sampai 8 bajak piring tergantung pada tenaga traktornya.
        Bajak  Rotary (Rotary Plow) Pembajakan tanah menggunakan bajak rotary (rotary plow) menghasilkan tanah yang langsung hancur dan merata, pada bajak ini terdiri dari pisau-pisau rotary yang berputar untuk menghancurkan tanah. Garu sisir dapat digunakan pada dua jenis tanah, baik tanah sawah (basah) dan tanah kering. Kegunaan dari garu ini antara lain untuk menghancurkan, meratakan dan memendam sisa-sisa tanaman yang sudah dibajak pada proses tahap pertama. Garu piring dapat berbentuk seperti bajak piring (rata tepinya) atau tepinya dapat juga berbentuk gelombang. Garu piring yang ditarik dengan traktor besar 4 roda, jumlah  piringan dalam satu gang adalah 8 sampai 12 buah piringan, sedangkan jumlah gang  41 dalam satu tarikan adalah 2 atau 4 gang. Diameter garu piring lebih kecil daripada bajak piring. 
Pengolahan tanah terutama akan memperbaiki secara fisis, perbaikan kemis dan biologis terjadi secara tidak langsung. Implemet traktor dibedakan berdasarkan tahap pengolahannaya yaitu pengolahan tanah pertama dan pengolahan tanah kedua. Masing-masing tahapan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Pada pengolahan tanah pertama berfugsi untuk membalikan tanah, menghancurkan tanah dan membongkar tanah, alat-alat yang digunakan dalam pengolahan tanah pertama bajak singkal, baja piring, bajak rotari, bajak chisel dan bajak sub soil. Sedangkan pada pengolahan tanah kedua berfungsi menggemburkan dan meratakan tanah.
Prinsip kerja traktor  tangan adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak motor bakar yang pada umumnya motor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah. Traktor digunakan untuk menarik peralatan pengolahan tanah, seperti bajak piring, garu piring, dll.
Spesifikasi dari traktor roda dua yaitu Traktor tangan dapat diklasifikasikan berdasarkan bahan bakar dan besarnya daya motor.  Berdasarkan bahan bakarnya, traktor tangan dibedakan atas : Traktor tangan berbahan bakar solar,Traktor tangan berbahan bakar bensin, Traktor tangan berbahan bakar minyak tanah  atau kerosin. Berdasarkan daya motor, traktor tangan dibedakan atas:Traktor tangan berukuran kecil dengan tenaga penggerak < 5 Hp,Traktor tangan berukuran sedang dengan tenaga penggerak 5-7 Hp,Traktor tangan berukuran besar dengan tenaga penggerak 7-12 Hp. Bagian utama traktor tangan ada tiga, yaitu:Tenaga penggerak motor,Kerangka dan transmisi atau penerus tenaga traktor tangan,Tuas kendali.
 Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menghidupkan traktor:Traktor ditempatkan pada tempat yang datar dengan ventilasi udara yang baik.Traktor sudah diperiksa dan dalan kondisi baik. Menghidupkan traktor tangan:Tuas kopling utama diposisikan off atau rem sehingga traktor tidak berjalan pada saat dihidupkan. Semua tuas persneleng pada posisi netral untuk keamanan.Buka kran bahan bakar sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran. Gas dibesarkan pada posisi start sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup banyak di ruang pembakaran.Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri untuk menghilangkan tekanan di ruang pembakaran pada saat engkol diputar.Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali agar pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya dilengkapi dengan indikator untuk menunjukkan adanya aliran pelumas.  Percepat putaran engkol sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor.Lepaskan tuas dekompresi untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap diputar sampai motor hidup.Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol yang disebabkan oleh bentuk pengait engkol yang miring.Geser posisi tuas gas pada posisi idle atau stasioner.Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit agar proses pelumasan dapat berjalan dengan baik.Traktor siap untuk dioperasikan.Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat dan setelah mematikan traktor:Gas tidak perlu dinaik-turunkan sebelum dimatikan.Jangan tergesa-gesa dalam mematikan motor.Semua tuas dalam kondisi netral.Mematikan traktor tangan:Lepaskan beban motor. Kecilkan gas pada posisi idle atau stasioner sehingga putaran mesin akan pelan selama 2-3 menit.Geser tuas gas pada posisi stop sampai motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.Tutup kran bahan bakar.
Alasan diperlukan mempelajari tentang traktor yaitu karena di dalam Sektor pertania di butuhkan  berbagai potensi sumber daya alam yang seharusnya didisain, diusahakan dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Usaha pokok pembangunan pertanian bukan hanya meliputi pengembangan diversifikasi dan intensifikasi pertanian serta rehabilitasi pertanian, melainkan yang tidak kalah pentingnya adalah tersedianya inventarisasi sumber daya pertanian yang ada termasuk di dalamnya teknologi yang mudah dioperasikan, yang sangat erat kaitannya dengan peningkatan pendapatan rumah tangga pertanian, peningkatan produktifitas kerja, kenyamanan dalam bekerja, peningkatan kemampuan penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian serta peningkatan kualitas produksi pangan dan gizi. Sehingga dengan mempelajari tentang traktor kita bisa memahami dan menegetahui prinsip kerja dari traktor tersebut guna mempermudah para petani dalam proses pengolahan tanah. Dan kita dapat mengetahui bagaimana cara penggunaan traktor dan dari sini kita juga dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari spesifikasi traktor yang digunakan.


BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari praktikum, yaitu : fungsi dari alat pengolah tanah, traktor digunakan untuk menarik peralatan pengolahan tanah, seperti bajak piring, garu piring, dll untuk memotong dan membalik tanah, menghancurkan dan meratakan permukaan tanah hingga lebih baik untuk pertumbuhan benih maupun tanaman. Adapun jenis-jenis atau macam-macam alat pengolah tanah yaitu  terdiri dari alat pengolah laha pertama dan alat pengolah lahan kedua. Alat pengolahan lahan pertama terdiri dari  bajak singkal dapat digunakan untuk bermacam-macam jenis tanah dan sangat baik untuk membalik tanah ,  bajak piringan fungsinya sama dengan bajak singkal tetapi tingkatnya diganti dengan piringan titik piringan bulat seperti parabola dan fungsi untuk memotong dan membalik tanah ,bajak rotary bajak yang terdiri dari pisau pisau berputar berbeda dengan bajak piringan yang berputar karena ditarik traktor maka bajak ini terdiri dari pisau yang dapat mencangkul yang dipasang pada suatu poros yang berputar karena digerakkan oleh suatu motor, bajak chisel alat ini tidak membalik tanah seperti bajak yang lain. Tetapi hanya memecahkan tanah dan sering digunakan sebelum pembajakan tanah dimulai titik ,  bajak subsoil alat ini sering digunakan untuk memecah lapisan keras di dalam tanah.
Alat pengolahan lahan kedua yaitu alat pengolahan tanah jenis gaharu . penggunaan Garu bertujuan untuk mengawetkan dengan tanah dan meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah dengan jalan lebih menghancurkan sisa-sisa tanaman dan mencampurnya dengan tanah. macam-macam garu yang digunakan untuk pengolahan tanah kedua adalah Garu piringan, Garu bergigi paku, Garu bergigi per, dan garu garu untuk pekerjaan khusus garu piringan mempunyai ukuran dan kecekungan piringan yang lebih kecil dibandingkan dengan bajak.


B.     SARAN
Adapun saran yang diberikan kepada praktikan yaitu untuk dapat memahami terlebih dahulu fungsi,  jenis-jenis atau macam-macam alat pengolhan tanah  guna untuk mempermuda dalam proses pengenalan dan pemahaman dalam menggunakan alat pengolahan tanah.




BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Dengan memakai Lahan sawah dapat dianggap sebagai barang publik, karena selain memberikan manfaat yang bersifat individu bagi pemiliknya, juga memberikan manfaat yang bersifat sosial, lahan sawah memiliki fungsi yang sangat luas yang terkait dengan manfaat langsung, manfaat tidak langsung dan manfaat bawaan. Manfaat langsung memberikan penyediaan pangan dan juga kesempatan kerja penyediaan sumber pendapatan bagi masyarakat dan daerah, saran penumbuhan rasa kebersamaan (gotong royong), saran pelestarian kebudayaan tradisional, sarana pencegahan urbanisasi, serta sarana pariwisata.Manfaat bawaan terkait dengan fungsinya sebagai sarana pendukung, dan sarana untuk mempertahankan keanekaragaman hayati (Noor, 2014).
tenaga mesin (traktor) maka kapasitas kerja mesin dapat diukur dan dapat disesuaikan dengan luas lahan yang akan diolah sehingga jadwal tanam tidak terganggu. Uji kapasitas kerja sebuah alat mesin pengolah tanah sangat penting dilakukan, hal ini untuk mengetahui kemampuan alat mesin tersebut dalam rangka meningkatkan ketepatan waktu, mulai dari kegiatan tanam hingga pasca panen.Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk menambah sifat-sifat yang dimiliki oleh tanah sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki manusia. Disamping itu pula pengolahan tanah bertujuan untuk membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan, menempatkan seresah pada tempat yang sesuai, menurunkan laju erosi, meratakan tanah untuk memudahkan pekerjaan dilapangan, mempersatukan pupuk dengan tanah serta mempersiapkan tanah untuk mempermudah pengaturan air.oleh karena itu diperlukan proses praktikum pengukuran kapasitas dan efisiensi kerja lapang menggunakan mesin traktor.
B.     TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dari praktikum, yaitu: untuk mempelajari kinerja (performance) alat dan mesin pengolah tanah  secara  mekanis dari aspek teknik kerekayasaan, operasional dan aspek ekonomi.

C.     MANFAAT PRAKTIKUM
Adapun manfaat praktikum, yaitu :
1.      Mahasiswa dapat mengetahui kinerja alat dan mesin pengolah tanah
2.      Mahasiswa dapat mengetahui cara penggunaan alat pengolah tanah
3.      Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan macxam-macam alat pengolah tanah


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pengolahan tanah meliputi pekerjaan penyiapan/pengolahan lahan sehingga siapditanami.Pengolahan tanah secara umum dapat dibedakan menjadi pengolahan tanah primer (pengolahan tanah pertama) dan pengolahan tanah sekunder (pengolahantanah kedua), meskipun pada kenyataannya pembedaan tersebut kurang tegas (bisasaling tumpang tindih).Perbedaan antara pengolahan tanah primer dan pengolahantanah sekunder biasanya didasarkan pada kedalaman pengolahan serta hasilolahannya. Pengolahan tanah pertama biasanya mempunyai kedalaman olah yang lebih dalam (>15 cm ) dengan bongkah tanah hasil pengolahan lebih besar,sedangkan pengolahan tanah kedua mengolah tanah lebih dangkal (< 15 cm) sertahasil olahannya sudah halus dengan permukaan tanah yang relatif rata (siap untukditanami) ( Yatno E. 2011).
Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang ditujukan menciptakan kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman.Tujuan utama pengolahan tanah adalah menyediakan tempat tumbuh bagi benih, menggemburkan tanah pada daerah perakaran, membalikkan tanah sehingga sisa-sisa tanaman terbenam di dalam tanah dan memberantas gulma). Secara spesifik cara pengolahan tanah digolongkan dalam 3 hal,yaitu alat pembuka (primary tillage equipment, alat penghancur (secondary tillage equipment), dan alat perata dan pembedeng ( finishing tillage equipment).( Yunus, Y., 2014).
 bagian- bagian bajak singkal beserta fungsinya: Pisau bajak (share): untuk memotong tanah secara horisontal. Biasanya alat initerbuat dari logam yang berbentuk tajam. Singkal berfungsi untuk menghancurkandan membalik tanah, karena bentuknya yang melengkung maka pada waktu bajak bergerak maju, tanah yang terpotong akan terangkat ke atas dan kemudian dibalik dandilemparkan sesuai dengan arah pembalikan bajak. Penahan samping (landside): berfungsi untuk mempertahankan gerak maju bajakagar tetap lurus, dengan cara menahan atau mengimbangi gaya kesamping yangditerima bajak singkal pada waktu bajak tersebut digunakan untuk memotong danmembalik tanah.Penyatu (frog): menyatukan tiga bagian utama yaitu moldboar, share, dan landside.Batang penarik (beam): batang yang dihubungkan dengan penarik bajak singkal.Rangka (frame): rangka dari bajak singkal.Land wheel: berfungsi untuk mengatur kedalaman sehingga kedalamannya konstan.Mata bajak (point of share): memotong tanah dan mengarahkan lempengan tanahhasil pemotongan ke bagian moldboar .Daun singkal (mold board): Daun singkal adalah bagian yang menerima lempengantanah dan membalik serta memecahkan lempengan tanah tersebut.Wing of share: ujung dari pisau bajak singkal.Untuk mengukur luas kerja dari bajak singkal ini kami menggunakan alat bernamameteran, yaitu pengukur yang dapat digulung. Cara mengukurnya adalah denganmenghitung panjang dari point of share sampai wing of share. Dimensi dari bajaksingkal diukur dari ujung paling depan hingga ujung paling belakang, lalu ujung paling kiri hingga paling kanan, dan ujung paling atas hingga paling bawah (Dahono, 2017
Ada dua macam kapasitas pengolahan tanah yaitu kapasitas lapang teoritis dan kapasitas lapang efektif.Kapasitas lapang teoritis adalah kemampuan kerja suatu alat di dalam.suatu bidang tanah, jika mesin berjalan maju sepenuh waktunya (100 ) dan alat tersebut bekerja dalam lebar maksimum (100 ). Waktu teoritis untuk setiap luasan adalah waktu yang digunakan untuk kapasitas lapang teoritis.Kapasitas lapang efektif atau aktual adalah ratarata dari kemampuan kerja alat di lapangan untuk menyelesaikan suatu bidang tanah. Kapasitas dari alat-alat pertanian dapat dinyatakan dalam acre perjam atau hektar per jam (Daywin,et al.,2019)
Untuk mengetahui lebar kerja dilakukan pengukuran pada implemen panjang singkal, rotari, garu dan lebar olahan tanah setelah diolah menggunakan traktor tangan dengan ketiga alat pengolahan tanah tersebut.Untuk mengetahui kedalaman kerja maka dilakukan pengukuran pada lahan yang telah diolah dengan membenamkan alat ukur kedalam tanah dengan melihat nilai kedalamannya pada penggaris. Untuk menghitung slip roda traksi digunakan persamaan: dimana: St = Slip roda traksi (%).Sb =Jarak tempuh traktor saat diberi penambahan dalam 5 putaran roda (m) So =Jarak tempuh traktor tanpa beban dalam 5 putaran roda(m) Efisiensi pengolahan lahan Efisiensi pengolahan lahan dapat dihitung dengan rumus: dimana: KLE = Kapasitas lapang efektif KLT = Kapasitas lapang teoritis Kapasitas lapang (kapasitas lapang efektif dan kapasitas lapang teoritis). Kapasitas lapang efektif dapat dihitung dengan persamaan: dimana: KLE = Kapasitas lapang efektif (Ha/jam) L = Luas lahan hasil pengolahan (Ha) WK = Waktu kerja traktor (detik) (Noor, M., 2014).


BAB III
METODOLOGI

A.    WAKTU DAN TEMPAT
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Minggu, 03 Oktober 2019 pukul 15.00 WITA – selesai. Di laboraturium depan Fakultas Teknolgi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.
B.     ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
Adapun alat dan bahan yang digunakan, yaitu
1.      Traktor roda dua
2.      Bajak singkal
3.      Penggaris
4.      Tali rafiat
5.      Meteran
6.      Gunting
7.      Kayu pasak
8.      Buku dan pulpen
C.     PROSEDUR KERJA
1.      Diagram alir
                           
    Gambar 1. Diagram alir pengukuran kapasitas dan efisiensi kerja lapang
2.      Langkah-langkah kerja
Adapun langkah-langkah kerja dari praktikum, yaitu:
a.         disiapkan alat dan bahan
b.         diukur tanah yang akan di garuk
c.          dinyalakan mesin traktor roda dua
d.         dilakukan proses  pebajakan tanah menggunakan traktor roda dua
e.         diamati dan dilakukan mengukur kedalaman bajak, dan lebar tanah yang dibajak dengan meteran
f.           dicatat hasil pengamatan
g.         selesai

D.    METODE ANALISIS
Analisi yang digunakan dalam pengukuran kapasitas dan efisiensi kerja lapang yaitu Menggunakan rumus :




E actual = (1- L1) X (1- L2) X (1- L3) X (1-L4) X 100 %


 

 





KETERANGAN:
W   : lebar bajak teoritis
V    : kecepatan traktor
W1: lebar bajak teoritis
W2: lebar bajak actual
D    : diameter roda
N    : putaran roda
M   : 0,05
T    : total waktu pergerakan
T1 : waktu untuk belok
T2 : 1.800 s
L1 : persentase waktu hilang karena tumpang tindih
L2 : persentase waktu hilang karena slip
L3 : persentase waktu hilang untuk belok
L4 :persentase waktu hilang untuk macet / berhenti
Ka : kapasitas kerja lapang actual
Kt : kapasitas kerja lapang teoritis






















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     HASIL PENGAMATAN
          Tabel 1. Hasil Pengamatan  dXan perhitungan pengukuran efisiensi hasil bajakan, koefisien kerja lapang actual dan teoritis.
No
Pengamatan

Hasil

1
Lebar bajak teoritis
0,33 m
2
Lebar bajak actual
0,20 m
3
Diameter roda
0,74 m
4
Luas lahan
25 m x 4 m
5
Waktu total pengerjaan
18,46 menit
6
Kedalaman pembajakan
16,88 cm
7
Putaran roda
9 rad
8
Waktu belok
4,38 s
9
Total jarak tempuh
400 m
10
Lebar hasil pembajakan
38,76 cm
11
Kecepatan traktor
1,29 km/jam = 0,36 m/s
12
Kapasitas lapang teoritis
0,12 m²/s
13
Luas hasil pembajakan
0,069 m/s
14
Kapasitas lapang actual
76,23 m
15
% waktu yang hilang untuk tumpang padi
39,4 %
16
% waktu hilang untuk belok
0,4 %
17
% waktu hilang untuk slip roda
99,78%
18
% waktu hilang untuk macet berhenti
0
19
Efisiensi teoritis
57,7%
20
Efisiensi actual
98,23%



·         Analisis data
1)      Kt   = w x v
       = 0,33 x 0,x36
       = 0,12 m²/s

2)      x 100 %
       = 
       = 0,069

3)     
     =
     = 39,4%

4)     
           =
           = 99, 78 %

5)     
          =
          = 0,004 x 100 %
          = 0,4 %

6)     
         = 0

7)     
                    =
                   =  0, 575 x 100%
                   =  57, 5%

8)      E actual = (1- L1) x (1- L2) x(1- L3) x (1-L4) x 100 %
               = (1- 39,4 % ) x (1- 99,78 % )x (1- 0,4 % ) x (1- 0 % ) x 100 %
               = 98, 229 %  di bulatkan  98, 23 %

B.     PEMBAHASAN
Kapasitas kerja aktual mesin adalah kelajuan kerja yang dapat dicapai oleh alat / mesin pengolah tanah berdasarkan luas total yang dicapai  perwaktu total yang dipergunakan, dinyatakan dalam satuan luas persatuan  waktu ( ha/jam) dan merupakan kemampuan rata-ratayang aktual. Dengan persamaan rumus yaitu KKa = Kapasitas kerja aktual (Ha/Jam)  sama dengan  A = Total luas aktual (Ha) dibagi  T = Total waktu.
Efisiensi lapang ialah perbandingan antara kapasitas lapang efektif dengan kapasitas lapang teoritis, dinyatakan dalam persen. Efisiensi lapang melibatkan pengaruh waktu hilang di lapang dan ketakmampuan untuk memanfaatkan lebar teoritis mesin.Efisiensi kinerja ialah suatu ukuran efektifitas fungsional suatu mesin, misalnya prosentase perolehan produk bermanfaat dari penggunaan sebuah mesin pemanen.Kapasitas lapang efektif ialah rerata kecepatan penggarapan yang aktual menggunakan suatu mesin, didasarkan pada waktu lapang total sebagaimana didefinisikan pada Bagian 2. Kapasitas lapang efektif biasanya dinyatakan dalam hektar per jam.
Waktu hilang merupakanvariabel yang paling sulit dinilai dalam hubungannya dengan kapasitas lapang.Waktu lapang bisa hilang akibat  penyetelan  / pembetulan atau pelumasan alat, kerusakan, penggumpalan, belok di ujung, penambahan benih atau pupuk, pengosongan hasil panenan, menunggu alat pengangkut, dsb. Dalam kaitannya dengan kapasitas lapang efektif dan efisiensi lapang, waktu hilang tidak mencakup waktu pemasangan atau perawatan harian alat, ataupun waktu hilang akibat kerusakanyang berat. Waktu hilang hanya mencakup waktu untuk perbaikan kecil di lapang dan waktu untuk pelumasan yang dibutuhkan di luar perawatan harian, di samping hal-hal lain seperti diuraikan di depan. Waktu lapang total dianggap sama dengan jumlah waktu kerja efektif ditambah waktu hilang.Waktu yang dipakai untuk perjalanan dari dan ke lapang biasanya tercakup dalam menggambarkan biaya overall dari suatu pengerjaan, namun tak diperhitungkan ketika menentukan kapasitas lapang efektif atau efisiensi lapang.

Berdasarkan hasil pengamatan yang lebih efisiensi adalah traktor roda empat dimana traktor roda empat terdiri dari alat yang kompleks Konstruksi utama traktornya yaitu: Mesin sebagai sumber penggerak, Transmisi daya, biasanya berupa roda gigisabuk dan sproket, atau kombinasi keduanya, Alat penggerak, yaitu roda, roda rantai, dsb. Alat pengendali, yaitu berupa kemudikoplingkopling kemudirem.  Alat yang bekerja, yaitu implemen atau trailer yang ditarik Roda traktor bisa diberi pemberat untuk memperbesar traksi. Traktor juga diberi pemberat pada bagian depannya untuk menyeimbangkan traktor, terutama setelah dipasangkan implemen.  banyak silinder (untuk traktor roda empat), dengan konfigurasi silinder in line maupun  V type. Pada traktor roda empat tidak menguras tenaga pekerjaan, dibandingkan dengan traktor roda dua.

Keunggulan dalam penggunaan traktor dalam mengolah tanah hasilnya lebih bagus, lebih padat dan lebih gembur. Disamping itu, bila menggunakan traktor, waktu dalam mengolah/membajak lebih singkat/lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan cangkul. pemanfaatan traktor dalam membajak sawah lebih efisien, tidak membutuhkan tenaga kerja yang lebih, tidak mengeluarkan biaya yang tinggi, dan lebih cepat. Beberapa keuntungan menggunakan traktor yaitu lahan yang diolah dengan traktor  menghasilkan hasil yang baik dibandingkan dengan hasil bajakan hewan, pekerjaan jauh lebih cepat, lebih mudah digunakan atau praktis dan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pengolahannya. Adapun kekurangan dari traktor ini yaitu menimbulkan polusi dan menggunakan bahan bakar, mengandung banyak bahan kimia.





BAB V
PENUTUP
A.       KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari praktikum, yaitu : kinerja alat dan mesin pengolahan tanah secara mekanis dapat memberikan keuntungan  dilakukan dengan lebih cepat, sehingga dapat memperpendek waktu yang diperlukan dalam budidaya secara keseluruhan. Adapun beberapa keuntungan pengolahan tanah secara mekanis adalah sebagai berikut :  Keuntungan Teknis Pekerjaan pengolahan tanah memerlukan tenaga yang sangat besar, sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja. Dengan tenaga yang besar, yang dimiliki per alatan mekanis, pekerjaan yang berat akan dengan mudah dikerjakan. Hasil pengolahan tanah secara mekanis dapat lebih dalam. Keuntungan Ekonomis biaya pengolahan tanah per hektar dengan traktor akan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia maupun hewan.
Penurunan biaya pengolahan tanah ini tentunya akan meningkatkan keuntungan para petani. Keuntungan Waktu dengan tenaga yang cukup besar, tentunya pengolahan tanah yang dilakukan secara mekanis akan lebih cepat. Dengan cepatnya waktu pengolahan tanah, akan mempercepat pula proses budidaya secara keseluruhan. Untuk beberapa tanaman yang berumur pendek, sisa waktu yang tersedia ini dapat digunakan untuk melakukan budidaya lagi. Mengkondisikan Lahan Salah satu keuntungan dari pengolahan secara mekanis adalah dapat dilakukan dengan lebih cepat, sehingga dapat memperpendek waktu yang diperlukan dalam budidaya secara keseluruhan. Dalam mengolah tanah secara mekanis, lahan yang akan diolah harus dikondisikan terlebih dahulu sehingga siap untuk diolah. 
B.  SARAN
Adapun saran yang diberikan kepada praktikan, yaitu praktikan diharapkan agar teliti dalam mengukur tanah yang sudah dibajak, agar hasil pengamatannya akurat.























BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Beberapa pelatihan yang terkait dengan pertanian maupun peternakan telah banyak dilakukan oleh pemerintah desa dalam rangka meningkatkan potensi komoditas pertanian maupun peternakan. Namun beberapa pelatihan yang dilaxkukan masih kurang berfokus pada pengembangan teknologi tepat guna untuk mendukung pertanian maupun peternakan akibatnyax petani, maupun peternakan masih kurang efektif dalam mengembangkan mata pencahariannya.
 Salah satu teknologi tepat guna yang perlu dikembangkan adalah alat sprayer yang digunakan untuk pertanian. Saat ini, alat sprayer yang digunakan oleh masyarakat desa masih bersifat manual. Sehingga masyarakat petani desa masih membutuhkan waktu lama untuk menyiramkan pupuk maupun pestisida diseluruh lahan pertanian. Selain permasalhan waktu, intesitas dan jarak penyemprotan air sprayer secara manual masih sangat terbatas. Akibatnya kualitas penyemprotan air sprayer menjadi tidak merata. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengenalan alat dan mesin pengendali hama dan penyakit tanaman dan kalibrasi sprayer agar mengetahui cara penyemprotan dan penggunaan alat sprayer dengan baik.
B.     TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dari prakikum pengenalan alat dan mesin mengendali hama , penyakit tanaman da kalibrasi sprayer adalha untuk mempelajari dan mengextahui cara pengaturan bagian-bagian sprayer, dalamkaitannya dengan penggunaan sprayer untxuk pengendalian hama dan penyakit tanaman yang sesuai dosis penggunaan obat –obatan tertentu.
C.     MANFAAT PRAKTIKUM
Adapun manfaat praktikum ii adalah:
a.       Dapat mengetahui cara pengaturan bagian-bagian sprayer
b.      Dapat mengetahui fungsi dari bagian sprayer, dan cara penggunaan sprayer dengan baik
c.       Dapat mengetahui cara menghitung volume air dan dexbit air pada sprayer.
X
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan. Umumnya petani menggunakan knapsack sprayer untuk menyemprotkan cairan pestisida berdekatan antara nosel dan tanaman sayur-sayuran. Budidaya tanaman untuk mengendalikan gulma, hama dan penyakit tanaman umumnya menggunakan pestisida berbentuk cair dan tepung. Untuk mengaplikasikan pestisida cair digunakan alat penyemprot yang disebut sprayer, sedangkan untuk pestisida berbentuk tepung digunakan alat yang disebut duster( Paramita, 2016 ).
Knapsack sparayer merupakan sprayer berkapasitas empat gallons (15 liter) dengan bentuk tangki seperti ginjal dan terbuat dari baja galvanis atau lembaran kuningan yang dapat dibawa dengan cara digendong pada pundak dan bahu operator. Leher gagang terdapat di bagian bawah tangki yang membuat operator mudah untuk memompa. Sedikit pemompaan memberikan tekanan dalam kamar udara sehingga ketika nozzle terbuka maka aliran cairan yang kuat dapat berhembus. Bagian-bagian dari knapsack sprayer yaitu, nozzle, stick nozzle, tutup tangki, tali gendong, tangki, stik pompa dan selang. Kelebihan dan Kekurangan Knapsack Sprayer yaitu kelebihannya antara lain, Knapsack sprayer (solo) lebih ringan, Proses pengaplikasian knapsack sprayer  tidak menggunakan bahan bakar dan oli sebagai pencampur. Sedangkankekuranngannya yaitu, Kekuatan air yang keluar dari nozzle tidak dapat diatur. . Kekuatan air yang keluar dari nozzle knapsack sprayer (solo) lebih pendek,  Waktu pengaplikasian lebih lama.  Kapasitas tangki knapsack sprayer (solo) lebih kecil  Kondisi kematian gulma kurang merata.  Membutuhkan tenaga yang besar untuk memompa (Yuliyanto, 2017 ).

Alat penyemprot (Sprayer) adalah alat/mesin yang berfungsi untuk memecah suatu cairan, larutan atau suspense menjadi butiran cairan (droplets) atau spray. Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama & penyakit tumbuhan. Sprayer juga didefinisikan sebagai alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama & penyakit tumbuhan. Kinerja sprayer sangat ditentukan kesesuaian ukuran droplet aplikasi yang dapat dikeluarkan dalam satuan waktu tertentu sehingga sesuai dengan ketentuan penggunaan dosis pestisida yang akan disemprotkan ( Siddiq, 2014 ).

Alat penyemprot(Sprayer) digunakan untuk mengaplikasikan sejumlah tertentubahan kimia aktif pemberantas hama penyakit yang terlarut dalam air ke objek semprot(daun, tangkai, buah) dan sasaran semprot (hama-penyakit). Efesiensi dan efektivitas alatsemprot ini ditentukan oleh kualitas dan kuantitas bahan aktif tersebut yang terkandung didalam setiap butiran larutan tersemprot (droplet) yang melekat pada objek dan sasaransemprot ( Elsen, 2018 ).

Di dunia industry khusunya dalam bidang pertanian tentunya sudah mengenal alat semprot hama (sprayer). Sprayer untuk keperluan pertanian dikenal dengan 3 jenis sprayer, yakni knapsacksprayer, motor sprayer, dan CDA sprayer.Meskipun semua termasuk dalam perlatan dalam alat semprot(sprayer), namun alat semprot tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berikut macam-macam dan jenis alat semprot yang biasa digunakan dalam dunia industry: Knapsack sprayeratau dikenal dengan alat semprot punggung. Sprayerini paling umum digunakan oleh petani hampir di semua areal pertanian padi, sayuran, atau di perkebunan. Prinsip kerjanya adalah larutan dikeluarkan dari tangki akibat dari adanya tekanan udara melalui tenaga pompa yang dihasilkan oleh gerakan tangan penyemprot. Pada waktu gagang pompa digerakan, larutan keluar dari tangki menuju tabung udara sehingga tekanan di dalam tabung meningkat. Keadaan ini menyebabkan larutan pestisida dalam tangki dipaksa keluar melalui klep dan selanjutnya diarahkan oleh nozzle bidang sasaran semprot.
Motor Sprayer jenis ini mengunakan mesin sebagai tenaga penggerak pompanya yang berfungsi untuk mengeluarkan larutan dalam tangki. Cara penggunaan motor sprayer bervariasi tergantung jenis dan mereknya, antra lain digendong di punggung, ditarik dengan kendaraan, diletakan di atas tanah, dibawa pesawat terbang, dan sebagainya. Contoh motor sprayer adalah mist blower power sprayer, dan boom sprayer. Keuntungan dengan menggunakan motor sprayer terutama kapasitasnya sangat luas dengan waktu yang relatif singkat, dapat menembus gulma sasaran walaupun sangat lebat dan minim tenaga kerja. Kelemahannya : Harganya relatif mahal dan biaya pengoprasian serta perawatannya yang jugamahal. Tidak dianjurkan pada tanaman yang masih muda karena dikhawatirkan driftmerusak tanaman. Motor sprayerharus dirawat secara rutin meliputi servis, penggantian suku cadang,dll ( Laksminiwati,2017 ).


























BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A.    Waktu Dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari jum’at 20 September 2019 pukul 15.00 WITA – selesai. Di laboraturium depan Fakultas Teknolgi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.
B.     Alat dan bahan praktikum
Adapun alat dan bahan yang digunakan yaitu :
1.      Alat pxenyemprot ( knapsack sprayer).
2.      Botol
3.      Stpwatc
4.      Meteran
5.      Gelas ukur
6.      Air jernih
7.      Penggaris
C.     Prosedur kerja Praktikum
·       Diagram alir
Gambar 1. Diagram alir alat dan pengendali hama penyakit ( sprayer)

·          Langkah keAdapun langkah kerja yang dinakan dalam praktikum ini  yaitu:
a.       Disiapakan alat dan bahan
b.      Diamati setiap  bagian sprayer dan ditentukan fungsi dari bagian-bagiannya
c.       Dibuka tutupan sprayer
d.      Dimasukkan bahan ( air / obat-obatan)
e.       Ditutup kembali alat sprayer
f.       Diukur  tanah yang akan disemprot sepanjang  100 cm
g.      Digendong sprayer
h.      Digerrakan stik pompa
i.        Dinozzle air akan keluar kemudian disemprot pada tanah yang telaxh dxiukur
j.        Dilakungan pxengulanagn selama tiga kali tahap
k.      Diukur dan diamatai jarak tanah kerong dari tanah basah dari ketiga tahap tersebut. Pengukuran debit air pada botol diukur tinggi luas penampang pada botol dan pada waktu yang berbeda
l.        Ditulis hasil pengamatan.
D.       Metode Analisis
Adapun analisa pada praktikum ini yaitu pada penggunaan alat sprayer metode yang dihitung adalah lebaran nozzle terhadap jarak tanah yang diukur dan volume pada luasdan tinggi penampang air pada botol. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung volume air (cm³) yaitu:
                                      
Dengan :
v : volume air(cm³)
r : jari-jari (m)
t : waktu (s)
d : jarak (m²)
Dan rumus yang digunakan untuk menghitung debit air (Q) yaitu:
                                       


















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    HASIL PENGAMATAN
Tabel  4.1. Hasil Pengamatam Menentukan Lebar Efektif Nozzle
Ulangan
Jarak A – B (M)
Sebaran Nozzle (S)
Jarak kering A (M)
Jarak kering  B (M)
1
2
30
0,30
0,77
2
2
45
0,58
0,83
3
2
60
0,60
0,60
RATA-RATA
2
45
0,49
0,73

Tabel 4.2. hasil pengamatan menentukan debit  (output nozzle)
Ulangan
L. Alas wadah (m²)
Waktu (s)
T. air (m)
Volume(m³)
Debit (m³/s)
1
0,005024
7,5
0,032
1, 6076 x 10³
2,1435 x 10
2
0,005024
15
0,065
3, 2656 x 10³
2,177 x 10
3
0,005024
30
0,105
5, 2752 x 10³
1,7584 x 10
Rata-rata
0,005024
17,5
0,358
1,800 x 10³
1, 5 x 10

B.     ANALISIS DATA
1.      Menghitung volume air (cm³)
Volume air  =  ∏r²t  atau volume air  = 1 /4 ∏d²t
a.       Pada waktu 30 detik
Volume air  = 3.14 x 0,04²  x 0,105
                    = 3.14 x 1,0016 x 0,105
                    = 0, 00052752 m³ ( 5,2752 x 10³m³)
b.      Pada waktu 15 detik
Volume air  = 3.14 x 0,04²  x 0,65
                    = 3.14 x 1,0016 x 0,65
                    = 0, 0032656 m³ ( 3,2656 x 10³m³)
c.       Pada waktu 7,5 detik
Volume air  = 3.14 x 0,04²  x 0,32
                    = 3.14 x 1,0016 x 0,32
                    = 0, 0016076 m³ ( 1,6076 x 10³m³)


2.      Menghitung debit air (Q)
Debit air  =
a.       Pada waktu 30 detik
Q =
    = 1,7584 x 10-5 m3

b.      Pada waktu 45 detik
Q =
    = 2,177  x 10-4 m3

c.       Pada waktu 60 detik
Q =
    = 2,1435  x 10-4 m3

C.     PEMBAHASAN
Pestisida atau pembasmi hama adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan menolak atau membasmi organisme pengganggu titik kalibrasi adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkannya dengan standar atau tolak ukur. Faktor-faktor yang mempengaruhi pada proses penyemprotan yaitu ukuran butiran semprot atau droplet. Makin halus ukuran butiran semprot makin baik tingkat penutupan atau yang kasar cenderung menghasilkan coverage yang kurang baik. Volume aplikasi atau volume semprot yang terlalu sedikit dapat menghasilkan penutupan yang buruk titik sedangkan volume aplikasi yang berlebihan dapat menyebabkan run off sehingga banyak larutan yang terbuang. Alat semprot dalam kurung terutama balas kurung yang digunakan alat semprot dalam kurung sprayer tutup kurung balas tipe ukuran nozzle akan mempengaruhi keadaan cuaca terutama angin yang terlalu kencang dapat mengakibatkan tingkat penutupan yang jelek. Dan terakhir yaitu tenaga penyemprot yang kurang terampil dapat menyebabkan coverage yang kurang baik
Bagian-bagian utama sprayer yaitu nozzle merupakan bagian sprayer yang menentukan karakteristik penyemprotan yaitu pengeluaran sudut penyemprotan lebar penutupan pola semprotan dan pola penyebaran yang dihasilkan titik tangki yaitu tempat herbisida atau larutan lainnya di isikan dari bahan plat tahan karat karat untuk menampung cairan. Pengaduk dalam kurung agitator yaitu untuk mengaduk larutan herbisida yang ada di dalam tangki titik unit pompa dalam kurung t u m p yang terdiri dari silinder pompa dan piston dari kulit untuk memberikan tekanan pada larutan sehingga larutan dapat di keluarkan di tangki dan mengalir melalui selang dan keluar pada titik pengatur tekanan yaitu untuk mengatur tekanan terhadap besar kecilnya volume cair yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan
Saringan(strainer) yaitu untuk menyaring larutan yang akan dimasukkan ke dalam tangki titik penutup yaitu untuk menutupi tangki supaya pada saat dikerjakan tidak tumpah dan menjaga tekanan udara di dalam tangki titik tangki pompa untuk memompa cairan, saluran penyemprot terdiri dari kran selang karet katup serta pipa yang bagian ujungnya dilengkapi nozzle. Sabuk digunakan untuk menyandang sprayer pada punggung. Selang karet untuk menyalurkan larutan dari tangki ke nozzle piston pompa katup pengatur aliran cairan keluar dari tangki katup pengendali aliran cairan bertekanan yang keluar dari selang karet dan Laras pipa penyalur aliran cairan bertekanan dari selang menuju ke nozzle. Adapun jenis-jenis sprayer yaitu pertama home hold sprayer (untuk kebutuhan rumah tangga) ,kedua knapsack sparyer(dengan pompa udara tekanan), :etiga knapsack sprayer bertekanan konstan fengan pompa plunnya, keempat bucket sprayer (sprayer ember), dan terakhir barowl sprayer (sprayer tong) dan wheel barrow sprayer (sprayer beroda).
Hasil pengamatan pada proses praktikum pengenalan alat dan mesin pengendali hama penyakit tanaman dan kalibrasi sprayer yaitu pertama-tama diperkenalkan bagian-bagian dari sprayer kemudian dilakukan proses penyemprotan yang di mana diukur tanah tersebut sepanjang 100 m dan dilakukan penyemprotan kemudian Hitung berapa jarak dari titik semburan air yang terkena air dengan tanah yang kering pada tanah yang diukur sepanjang 100 meter dan proses dilakukan secara berulang pada tanah yang berbeda tempat dan ukuran jaraknya sama perbandingan jarak pada tanah yang kering dengan tanah yang terkena semburan air penyemprotan ketiga perlakuan tersebut pada tahap pertama dengan waktu 1 menit jarak kering apa Data tanah yang basah yaitu 60 cm dalam kurung 0,60 meter tahap kedua jarak kering a ke tanah yang basah dengan waktu 45 detik yaitu 50 cm dan tahap ketiga dengan waktu 30 detik jaraknya 30 cm maka dapat disimpulkan bahwa semakin banyak waktu penyemprotan maka semakin banyak air yang keluar dari nozzle dan semburan air nya makin melebar sehingga menyebabkan jarak kering a ke tanah yang basah melebar makin panjang Begitupun sebaliknya Semakin sedikit waktu yang digunakan maka jarak dari tanah a kering ke tanah yang basah makin berkurang mungkin karena faktor air karena air yang digunakan terlalu banyak dipakai pada tahap pertama sehingga pada penggunaan air pada tahap kedua dan ketiga airnya berkurang dan semburan air dari nozzle makin Kurang lebar.
 sedangkan pada hasil pengamatan menentukan debit waktu tahap pertama 30 detik dengan luas penampang 8 dan tinggi penampangnya 10,5 cm dalam kurung 0,105 m pada saat penyemprotan air sangat sangat banyak yang dikeluarkan pada penampang Wardah dan waktu yang digunakan sangat lama 30 detik sehingga menyebabkan hal tersebut pada tahap kedua penyemprotan dengan waktu 15 detik dengan luas penampang yang sama dan tinggi penampang air yaitu 6,5 cm hal tersebut tinggi penampang makin berkurang dalam kurung makin ke bawah akibat faktor air yang digunakan makin berkurang di dalam tangki dan waktu yang digunakan sedikit begitupun tahap ketiga makin kebaya ke bawah tinggi penampang dan waktu yang digunakan untuk penyemprotan Air dalam wadah makin sedikit
Pengaplikasian pada bidang Teknik Pertanian yaitu sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan.




























BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu cara pengaturan bagian-bagian dari sprayer yaitu di dalam sprayer terdapat bagian-bagian dan masing-masing memiliki fungsi seperti nozzle bagian terakhir yang menentukan kemolaran larutan sudut penyemprotan lebar penutupan pola semprotan dan pola penyebaran yang dihasilkan Panti wadah atau tempat untuXk menampung cairan pengaduk untuk mengaduk larutan yang ada di dalam tangki saringan untuk menyaring larutan yang akan dimasukkan ke dalam tangki selang untuk menyalurkan larutan dari tangki ke nozzle dan sabuk pengaman dong digunakan untuk mendorong prayer pada punggung pada bagian-bagian tersebut akan bekerja dengan sistem pengontrol manusia itu sendiri.
B.     SARAN
Adapun saran yang diberikan yaitu pada saat proses percobaan penggunaan alat dan pengukuran perhitungan diharapkan praktikan terlebih dahulu dapat memahami penggunaan alat peraga tersebut agar saat proses percobaan penyemprotan tidak asal semprot dan tidak asal-asalan menggunakan alat proyek tersebut.


































BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pengolahan padi meliputi proses pasca panen padi yaitu penentuan saat panen pemanenan dan penumpukan sementara di lahan sawah meliputi perontokan. Perontokan padi adalah tahap penanganan pasca panen setelah pemotongan dan pengumpulan padi perontokan adalah proses melepaskan butiran gabah dari jerami dengan cara menyisir atau membanting melai pada bendayang lebih keras atau menggunakan alat perontok baik alat perontok sederhana atau manual tenaga manusia yaitu dengan cara menghias tangkai padi beserta bulir padi sehingga terlepas dari Malainya  secara modern dapat menggunakan tenaga penggerak dalam kurung motor yang kemudian diteruskan ke mesin perontok Oleh karena itu diperlukan proses percobaan dalam menggunakan mesin perontok padi secara sederhana.
B.     Tujuan praktikum
Adapun tujuan dari praktikum mesin perontok padi adalah untuk mempelajari dan mengetahui mekanisme perontokan padi dengan mesin perontok padi bertenaga listrik.
C.     Manfaat praktikum
Adapun manfaat dari praktikum yaitu 1 dapat mengetahui cara kerja mesin perontok padi bertenaga listrik dapat membedakan proses perontokan padi pada zaman dulu dan proses perontokan padi pada zaman modern adapun manfaat dari praktikum yaitu satu dapat mengetahui cara kerja mesin perontok padi bertenaga listrik 2 dapat membedakan proses kerontokan padi pada jaman dulu dan proses kerontokan padi pada zaman modern 3dapat mengetahui proses keluarnya jerami lebih sempurna pada mesin perontok padi 4 dapat mengetahui kinerja mesin perontok padi secara efisiensi.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Padi termasuk dalam keluarga padi-padian atau poaceae dalam kurung graminae titik Padi termasuk terna Semusim Berakar serabut batang sangat pendek struktur serupa batang berupa dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang daun sempurna dengan pelepah tegak Daun berbentuk lanset warna hijau modal hingga hijau tua daun sejajar tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang bunga tersusun majemuk tipe Malai bercabang satuan bunga disebut floret yang terletak pada satu speaker yang duduk pada panikula buat tipe bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya bentuk hampir bulat hingga lonjong tutup oleh palea dan lemah yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam struktur dominan adalah endosperm yang dimakan orang  (Hermawansyah 2017)
Alat perontok padi baru dapat dilihat operator bekerja dengan nyaman titik perbedaan dengan alat perontok awal adalah alat perontok padi dilengkapi dengan mesin motor berbahan bakar bensin sehingga operator tidak lagi harus mengayuh pedal saat bekerja terdapat blower yang berfungsi untuk memisahkan padi dengan kotoran sehingga dihasilkan padi yang lebih bersih jeruji perontok yang tumpul bertujuan untuk keamanan operator pada saat membersihkan drum perontok mesin penggerak portable memudahkan dalam pemindahan alat perontok padi dan adanya tegangan untuk memindahkan alat perontok padi baik di lahan sawah basah atau kering ( Agung 2015)
Alat perontok padi yang ada dalam mobilitas pada daerah yang berbukit-bukit masih memiliki kesulitan karena belum ada cara baik yang terdapat pada alat untuk memindahkan alat perontok tersebut. Tersedianya alat atau mesin perontok padi yang baik dan mudah digunakan oleh petani sesuai dengan kondisi persawahan mereka akan membantu meningkatkan efisiensi pemanenan titik mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu alat perontok yang konstruksinya sederhana yang dapat mengurangi biaya operasional tepat guna dan mudah dalam mobilitasnya tetapi kapasitas dan efektivitas yang besar (mislani 2016)
Proses perontokan padi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik, mulai dari memukul-mukulkan padi pada sebilah kayu dengan membiarkan gabahnya jatuh pada tempat penampang tertentu menginjak-injak jerami padi dengan tenaga manusia atau hewan dan perontokan padi menggunakan mesin. Perontokan padi dapat dilakukan dengan menggunakan mesin perontok padi jenis mesin perontok padi yang saat ini digunakan juga bervariasi seperti treser power thresher dengan berbagai tipe termasuk alat perontok multiguna (Iqbal 2018.)
Perontokan padi yaitu kegiatan kerontokan untuk melepaskan bulir-bulir gabah dari tangkainya. Tahapan pemanenan meliputi lima kegiatan, yaitu pemotongan dalam kurung cuting pengumpulan hasil feeding perontokan racing pemisahan separating pembersihan cleaning berdasarkan alat perontok padi cara merontokkan dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian yaitu perontokan padi dengan pedal thresher dalam kurung alat perontok padi dengan konstruksi sederhana dan digerakkan menggunakan tenaga manusia tutup kurung padi dengan power thresher dalam kurung mesin perontok yang menggunakan sumber tenaga penggerak angin titik kelebihan meski perontok ini dibandingkan dengan alat perontok lainnya adalah kapasitas kerja lebih besar dan efisiensi kerja lebih tinggi(oloan, 2017).














       BAB III
METODOLOGI

A.    Waktu dan tempat
praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat 27 September 2019 di halaman   belakang fakultas teknologi pangan dan agroindustri Universitas Mataram
B.     Alat dan bahan
 Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum yaitu
 1. mesin perontok padi bertenaga listrik
 2. padi yang baru dipanen
 3. stopwatch
 4. alat penimbang berat padi.
            C. PROSEDUR KERJA
·       Diagram alir
                                    
                                            Gambar 1. Diagram alir proses perontokan padi
                   Keterangan :  a. tahap pertama ditimbang padi pada berat  0,5 kg
                                           b. tahap kedua dan ketiga ditimbang padi sama –sama berat 1 kg.
·         Langkah kerja
Adapun langkah kerja pada  proses perontokan padi menggunakan mesin perontok padi bertenaga listrik, yaitu :
a.       ditimbang 0,5 KG 1 KG dan 1 kg padi yang masih bermalai
b.      dihidupkan mesin perontok padi dan tunggu hingga putaran stabil
c.       dimasukkan padi yang telah ditimbang melalui lubang pemasukan dengan perlahan dan hati-hati.
d.      dibiarkan hingga padi rontok
e.       dicatat waktu yang diperlukan setiap proses perontokan
f.       ditimbang sisa ampas dan gabah
g.      di hitung efisiensi perontokan padi tersebut.

C.   METODE ANALISIS
  Analisis yang digunakan pada perhitungan mesin perontok padi yaitu menghitung efisiensi perontokan gabah dan menghitung efisiensi alat yang digunakan sebagaimana rumus yang digunakan pada efisiensi perontokan gabah yaitu:



               Dimana : EP = efisiensi perontokan (%)
                                 EA = efisiensi alat (%)










BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    HASIL PENGAMATAN
Tabel 1. Hasil pengamatan padi dengan penggiling padi tenaga listrik
Berat awal (kg)
Waktu (s)
Gabah (kg)
Sisa (kg)
E . Perontok (%)
E . Alat (%)
0,5
26,76
0,19
0,3
38,9
38
1
40,48
0,36
0,6
37,5
36
1
44,46
0,34
0,6
36,2
34
RATA-RATA
37,23
0,29
0,5
37,53
36

B.     ANALISIS DATA
1.      Efisiensi perontokan gabah
·       Bahan 0,5 kg
     
              =  0,389 x 100 %
              = 38,9 %
·       Bahan 1 kg
     
              =  0,375 x 100 %
              = 37,5 %

·       Bahan 1 kg
     
              =  0,362 x 100 %
              = 36,2 %
2.      Efisiensi alat

·       Bahan 0,5 kg
     
              =  0,38 x 100 %
              = 38 %

·       Bahan 1 kg
     
              =  0,36 x 100 %
              = 36 %
·       Bahan 1 kg
     
              =  0,34 x 100 %
              = 34 %
C.     PEMBAHASAN
Mesin perontokan pertama dioperasikan manual yang digerakkan oleh kuda. Kemudian mesin uap portable menggantikan peran kuda dan memberikan tenaga bagi mesin perontok. Pada tahun 1834, john avery dan hiram abial pitts melakukan pengembangan mesin sehingga mampu memisahkan biji-bijian dari kulit biji secara otomatis. Mereka memperoleh paten pada Desember 1837. John Bradley seorang penemu Australia juga mengembangkan mesin perontok untuk digunakan di Australia pada tahun 1843. Meski sudah cukup otomatis tetapi serangkaian proses untuk mendapatkan serealia dari lahan masih cukup panjang dimulai dari permainan mengikatnya merontokkan dan seterusnya. pada tahun 1910 di daerah pahlawan di barat laut Amerika Serikat di kembangkan mesin yang memiliki konsep pemanenan Kombinasi yang ditarik oleh kuda. Kemudian mesin diesel dan semakin meningkatkan inovasi mesin pemanen kombinasi.
Kelebihan mesin perontok padi bertenaga listrik yaitu mobilitas yang tinggi penggunaan yang sangat simpel hanya dengan membuka memasukkan padi yang masih ber jerami lalu menutupnya. Mempunyai hasil sampai 10% lebih baik dari manual kecepatan mesin perontok padi yang dapat diatur dengan mudah dapat mengefisiensi waktu titik sedangkan kekurangannya dari segi biaya pada saat pembelian yang cukup mahal dan pada saat perawatan yang harus terjaga untuk hasil yangKelebihan mesin perontok padi bertenaga listrik yaitu mobilitas yang tinggi penggunaan yang sangat simpel hanya dengan membuka memasukkan padi yang masih ber jerami lalu menutupnya. Mempunyai hasil sampai 10% lebih baik dari manual kecepatan mesin perontok padi yang dapat diatur dengan mudah dapat mengefisiensi waktu titik sedangkan kekurangannya dari segi biaya pada saat pembelian yang cukup mahal dan pada saat perawatan yang harus terjaga untuk hasil yang maksimal.
Faktor yang mempengaruhi kinerja mesin perontok padi yaitu kapasitas perontokan pengumpanan yang kurang efektif panjang pemotongan padi saat pemanenan banyaknya rumput atau jerami yang terdapat pada saat perontokan. Spesifikasi dari mesin perontok padi bertenaga listrik yaitu memiliki komponen rangka utama menyerupai persegi panjang yang berdimensi tiga yang dapat diukur panjang lebar dan tinggi mesin perontok padi memiliki pedal penggerak dan AS penyalur daya yang terbuat dari besi yang bertahan lama memiliki transmisi daya yang digunakan untuk penggerak dalam kurung table tutup kurung kelas sekelar atau stokan penampung padi bully dudukan mesin pengeringan penutup silinder atau transfer voli dan mesin motor listrik.
Pada hasil pengamatan bahwa proses perontokan padi dengan perontokan bertenaga listrik terlebih dahulu padi ditimbang pada tahap pertama seberat 0,5 kg dengan waktu 26,27 detik 76 detik dengan berat gabah 0,9 kg dan sisa gabah atau bulir padi hasil peruntukan sebanyak 0,3 kg setelah dihitung efisiensi perontokan gabah yaitu dengan rumus efisiensi perontokan gabah sama dengan gabah-gabah dijumlahkan dengan sisa gabah dalam kurung bulir padi hasil perontokan balas kurung dikali 100% pada bahan 0,5 kg menghasilkan esensi perontokan gabah 38,9%. Dan dihitung efisiensi alat sama dengan gabah per berat awal dikali 100% pada bahan 0,5 kg menghasilkan efisiensi alat sebanyak 38%.
Dan pada tahap kedua perlakuannya sama akan tetapi berat awal padi atau bahan yang ditimbang sebanyak 1 kg yang menghasilkan efisiensi perontok sebanyak 37,5% dan efisiensi alat dengan jumlah 36%. Pada tahap ketiga dengan berat bahan 1 kg dengan hasil efisiensi perontok sejumlah 36,2 dan efisiensi Allah sebanyak 34% maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan ketiga tahap tersebut semakin sedikit berat awal bahan perontok maka waktu yang digunakan gabah sisa perontokan dan hasil padi dalam kurung sisa dari perontokan hasilnya kecil atau sedikit Begitupun sebaliknya Semakin banyak atau berat awal bahan perontokan maka waktu yang digunakan lama dan gabah maupun sisa bulir padi yang hasil rontokan makin banyak.
Akan tetapi berat bahan pada tahap kedua dan ketiga berat awal padi yang ditimbang sama sama 1 kg setelah dilihat waktu yang digunakan jumlah gabah hasil perontokan dan sisa hasil perontokan pada tahap 2 dan 3 hasilnya berbeda mungkin karena faktor yang pertama pada saat pemotongan padi pasti pemotongannya ada yang terlalu pendek dan ada yang terlalu panjang sehingga berat hasil gabah nya berbeda kedua berat bulir bulir padi pasti berbeda pada tiap tangkai padi sehingga sisa hasil perontokan tahap kedua dan ketiga sisa bulir padi yang ditimbang berbeda dan waktu yang digunakan pada saat proses perontokan berbeda meskipun bahannya sama sama berat 1 kg mungkin faktor penyebabnya karena pada tahap kedua berat padi 1 kg tersebut diambil dan dimasukkan semua ke dalam mesin perontok sedangkan tahap ketiga padi yang ditimbang 1 kg itu dibagi dua karena padi tersebut dimasukkan di mesin perontok tidak sekaligus dimasukkan sehingga waktunya lama dan proses perontokan padi 1 kg tersebut dipisah-pisah. Dan pada saat proses perontokan bahan 1 kg sebut dilakukan dan dibagi kepada 2 orang maka waktu yang digunakan sedikit lama atau ada rintangan dua kali proses
Pengaplikasian dalam bidang Teknik Pertanian bahwa mesin perontok padi sangatlah membantu dan meringankan pekerjaan petani sehingga mesin perontok padi perlu dikembangkan dan digunakan secara efisien agar alatnya dengan proses yang bertahan lama





BAB V
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari praktikum yaitu mekanisme perontokan padi dengan mesin perontok padi bertenaga listrik dengan spesifikasi dari mesin tersebut terdiri dari lubang pemasukan padi label skalar/stokan, ventilasi,,penampung atau transfer, poli dan mesin motor listrik dengan adanya pencipta atau pembuat alat mesin tersebut dengan mekanisme proses perontokan padi dengan waktu yang tidak lama maka alat mesin tersebut dapat membantu dan meringankan pekerjaan petani.
   B . SARAN
Adapun saran yang diberikan kepada praktikan agar hati-hati dalam menggunakan proses perontokan padi dan teliti dalam proses penimbangan padi agar mendapat hasil data atau pengamatan yang akurat.

















DAFTAR PUSTAKA
(Anonim, 2009. Mesin pertanian.http:// Rizaltekpert's Blogspot.com.Diakses tanggal 18 Maret 2018 pukul 19.45 WIB).
(As. Siddiq. S. 2014. Pengenalan Kenapa Sprayer. Yogyakarta Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta).
(Dahono, 2017. Pengolahan Tanah dengan Traktor Tangan. Jakarta: BagianProyek Pendidikan Kejuruan Teknik IV).
(Daywin,F.J Dan Sitompul, R.G. Dan Hidayat,I. 2019. Mesin-Mesin Budidaya Pertanian Lahan Kering. Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi Institut Pertanian Bogor. Bogor).
(Hermawan, Dkk. 2017. Perancangan Dan Pembuatan Mesin Perontok Padi Berbasis Mikrokontroler Atmega32. Jurnal Media Infotama. Vol 13: No 1).
(Kristanto . Agung, Dkk. 2015. Perancang Ulang Alat Perontok Padi Yang Ergonomis Untuk Meningkatkan Produktivitas Dan Kualitas Kebersihan Padi . Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 14: No 1).
(Noor, M., 2014. Lahan Rawa. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.)
(Oloan . Partai .Togar. 2017. Analisa Sudut Kemiringan Uji Perontok Terhadap Peningkatan Kapasitas Mesin Perontok Padi . Jurnal Desiminasi Teknologi. Vol 5: No 1).
(Paramita, Andi. Guntur ,dkk .2016. Uji Kinerja Knapsack Sprayer Tipe Pb 16 Menggunakan Hollow Cone Nozzle Dan Solid Cone Nozzle.  Jurnal Agritech. Vol 9 : No 2).
(Prabaningrum. Minawati, 2017. Pengaruh Arah Pergerakan Dalam Penyemprotan Pestisida Terhadap Liputan Dan Distribusi Butiran Semprot Dan Efikasi Pestisida Pada Tanaman Kentang. Jurnal Hort. Vol 27 : No 1).
( Rizaldi, T. 2016. Mesin Peralatan. Departemen Teknologi Pertanian FP USU. Medan)
(Ronaldo. Dkk. 2018 Penyuluhan Alat Sprayer Elektrik Bagi Masyarakat Petani Desa Wonodadi Wetan Kabupaten Pacitan. Jurnal  ABDI. Vol 3: No 2).
(R. Mislaini. 2016. Rancang Bangun Dan Uji Teknis Alat Perontok Padi Semi Mekanis Portable. Jurnal Teknologi Pertanian Andalan. Vol 20: No 1).
(Suripin. 2017. Pengelolaan Sumber Daya Tanah dan Air.Penerbit Andi Yogyakarta).
(Yatno E. 2011. Peranana bahan organic daam memperbaiki kualitas fisik tanah dan produksi tanaman.Jurnal Sumber daya Lahan 5 (1), 11-18.).
(Yulianto. Dkk. 2017. Efektivitas dan efisiensi penggunaan kena pajak motor pada   penyemprotan padi perkebunan kelapa sawit. Jurnal  Citra Widya edukasi. vol IX: no 1).
 ( Yunus, Y., 2014. Tanah dan Pengolahan. CV. ALFABETA, Bandung).





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH HASIL HUTAN BUKAN KAYU

MAKALAH PENGETAHUAN BAHAN HASIL PERTANIAN

MAKALAH PENGETAHUAN BAHAN HASIL PERTANIAN “SIFAT FISIK MORFOLOGI,SIFAT KIMIA/BIOKIMIA,SIFAT FISIOLOGI DAN MIKROBIOLOGI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.)”