LAPORAN TETAP PRAKTIKUM MESIN PRODUKSI PERTANIAN, FATEPA


LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM MESIN PRODUKSI PERTANIAN












DISUSUN OLEH:

NAMA PRAKTIKAN         : HARYATI
NIM                                        : J1B018030
KELOMPOK                        : II
CO-ASSISTEN                     : IIN KARMILA





PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2019




HALAMAN PENGESAHAN


Laporan tetap ini merupakan salah satu syarat untuk  menyelesaikan Mata Kuliah Mesin Produksi Pertaanian Semester Ganjil Tahun Ajaran 2019/2020 Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.
                                                                                                         




                                                                                                         Mataram, 13 Desember 2019
Mengetahui,
Co-Asistensi praktikum                                                                    Praktikan                                         



Iin Karmila                                                                                           Haryati                  
NIM : J1B0170                                                                                    NIM : J1B018030








Menyetujui,
Koordinator Praktikum Pengukuran dan Instrumentasi
     Koordinator praktikum I                                                           koordinator praktikum II




Fakhrul Irfan Khalil S.T.P.,M.Si                                            Surya Abdul Muttalib S.T.P.,M.Sc
 NIP :                                                                                       NIP: 19861231 201504 1 001


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya Laporan Tetap ini dapat diselesaikan dengan baik. Pada kesempatan ini, penyusun ingin menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu baik dalam melaksanakan kegiatan praktikum ini maupun dalam pembuatan laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan tetap ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun sendiri dan bagi pembaca pada umumnya.






 Mataram, 13 Desember 2019


  Penyusun





DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL.......................................................................................................................i







PENGENALAN ALAT DAN MESIN PENGOLAH TANAH


PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai seorang petani. Begitu banyaknya pulau dan daratan membuat bidang pertanian berkembang dengan sangat pesat. Dukungan iklim dan cuaca yang baik juga menjadi faktor pendorong kemajuan sektor ini. Untuk meningkatkan hasil pertanian, menggunakan alat dan mesin pertanian merupakan solusi terbaik, disisi lain Tanah memegang peranan penting dalam usaha pertanian oleh karena itu perlu adanya pengetahuan khusus tentang hal itu untuk dapat mengelola tanah dengan baik. Karena dari penentuan tanah dengan benar dapat ditentukan jenis tanaman yang sesuai dengan lahan tersebut.
Pengolahan tanah dapat dipandang sebagai suatu usaha manusia untuk merubah sifat-sifat yang dimiliki oleh tanah sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki oleh manusia. Di dalam usaha pertanian, pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi fisik; khemis dan biologis tanah yang lebih baik sampai kedalaman tertentu agar sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Di samping itu pengolahan tanah bertujuan pula untuk : membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan; menempatkan seresah atau sisa-sisa tanaman pada tempat yang sesuai agar dekomposisi dapat berjalan dengan baik; menurunkan laju erosi; meratakan tanah untuk memudahkan pekerjaan di lapangan; mempersatukan pupuk dengantanah; serta mempersiapkan tanah untuk mempermudah dalam pengaturan air.
kegiatan pengolahan  tanah dibedakan menjadi dua macam, yaitu pengolahan tanah pertama atau awal (primary tillage) dan pengolahan tanah kedua (sedondary tillage).  Sesuai dengan macam dan cara pengolahan tanah, secara garis besar alat dan mesin pengolah tanah juga dibedakan menjadi dua macam yaitu alat dan mesin pengolahan tanah pertama (primary tillage equipment) serta  alat dan mesin pengolahan tanah kedua (secondary tillage equipment). Oleh karena itu perlu dilakukan praktimu ini agar kita dapat mengetahui dan memahami fungsi dari alat pengolah tanah serta untuk mengetahui bagian-bagian spesifikasi dari masing-masing jenis alat pengolah tanah.

B.     Tujuan praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan memahami fungsi dari  alat pengolah tanah, mengetahui jenis-jenis alat pengolah tanah dan untuk mengetahui bagian-bagian atau spesifikasi dari masing-masing jenis alat pengolah tanah.

C.    Manfaat praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan memahami fungsi dari  alat pengolah tanah, mengetahui jenis-jenis alat pengolah tanah dan untuk mengetahui bagian-bagian atau spesifikasi dari masing-masing jenis alat pengolah tanah.






Tanah merupakan akumulasi tubuh alam bebas, yang menduduki sebagian besar permukaan bumi yang mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.Tanah sangat penting karena tanah merupakan tubuh atau tempat tanaman hidup, sebagai sumber hara tanaman dan penyedia air dan udara serta tempat tegaknya tanaman. Tanah merupakan bahan yang kompleks yang terdiri dari fase padat, cair dan gas dan diantara bahan padat yang ada di dalam tanah terdapat ruangan yang berisi bahan cair atau bahan gas yang di pengaruhi temperatur, tekanan udara dan sinar matahari(istiqomah,2016).
Pengolahan tanah merupakan kegiatan mengelolah tanah menjadi lahan yang baru atau lahan yang siap untuk ditanami, guna memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari manusia. Setiap pengolahan tanah memerlukan perlakuan yang khusus agar tumbuhan atau tanaman yang ditanam bisa menghasilkan hasil tanaman yang memuaskan atau yang sesuai dengan keinginan. Untuk mengelolah tanah atau lahan yang sesuai dengan keinginan maka perlu perlakuan yang khusus pula yaitu diantaranya menggunakan peralatan yang mendukung atas penanaman yang akan kita lakukan, berbeda tanaman yang akan ditanam maka perlakuan pengolahan tanah atau lahan pun sedikit berbeda.(Nugroho,2018)
Berdasarkan atas tahapan kegiatan, hasil kerja dan dalamnya tanah yang menerima perlakuan pengolahan tanah, kegiatan pengolahan tanah dibedakan menjadi dua macam, yaitu pengolahan tanah pertama atau awal (primary tillage) dan pengolahan tanah kedua (secondary tillage). Dalam pengolahan tanah pertama, tanah dipotong kemudian diangkat terus dibalik agar sisa-sisa tanaman yang ada dipermukaan tanah dapat terbenam di dalam tanah. Kedalaman pemotongan dan pembalikan umumnya di atas 15 cm. Pada umumnya hasil pengolahan tanah masih berupa bongkah-bongkah tanah yang cukup besar, karena pada tahap pengolahan tanah ini penggemburan tanah belum dapat dilakukan dengan efektif. Dalam pengolahan tanah kedua, bongkah-bongkah tanah dan sisa-sisa tanaman yang telah terpotong pada pengolahan tanah pertama akan dihancurkan menjadi lebih halus dan sekaligus mencampurnya dengan tanah(Oktavia,2014).
Salah satu alat yang digunakan dalam mengolah tanah adalah Traktor. Traktor  digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan yang paling banyak ialah untuk pengolahan tanah, karena memang pekerjaan pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif membutuhkan daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Selain itu traktor juga digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian Dari asal katanya, traktor berarti alat penghela. Memang fungsi utama traktor ialah untuk menghela sesuatu. Itulah sebabnya semua traktor tentu pada bagian belakangnya dilengkapi dengan sambungan untuk tempat menggandeng alat yang akan dihela tersebut(Yunus,2017).
Pada traktor tangan, jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel. Selain motor diesel, ada yang menggunakan motor bensin atau minyak tanah atau kerosin. Dengan menggunakan satu silinder, daya yang dihasilkan kurang dari 12 Hp. Pada kerangka dipasang motor penggerak dengan empat buah baut pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi motor dapat digerakkan maju mundur. Tujuannya adalah untuk memperoleh keseimbangan traktor dan untuk menyesuaikan ukuran v-belt yang digunakan. Engkol digunakan untuk menghidupkan motor diesel, sedangkan untuk motor bensin dan minyak tanah menggunakan tali starter(Zulpayatun,2017).





A.    Waktu Dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 3 November 2019 pukul 09:00-selesai WITA Di Lahan Universitas Mataram Narmada Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

B.     Alat  dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:
a.       Traktor roda 2
b.      Bajak singkal
c.       Meteran
d.      Tali rafia
e.       Alat tulis

C.    Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
a.       Diamati masing-masing jenis alat pengolahan tanah yang digunakan
b.      Diukur setiap  komponen bajak menggunakan meteran
c.       Dicatat spesifikasi detail dan keadaan fisik dari bajak dan traktor roda dua







A.    Hasil Pengamatan



B.     Pembahasan

Traktor roda dua biasa dikenal dengan nama traktor tangan. Traktor ini tidak bisa dikendarai sehingga pengemudi harus berjalan di belakangnya. Alat kemudi berupa setang yang dipegang dengan tangan kanan dan kiri. Hal inilah barangkali yang menyebabkan traktor tersebut dinamakan traktor tangan.Traktor tangan biasa digunakan untuk pekerjaan pengolahan tanah, kebanyakan dengan dipasangi rotary tiller. Selain itu juga dipakai menggunakan bajak dan garu. Dengan sedikit modifikasi, traktor tangan dapat dibuat menjadi alat penanam atau pemanen. Traktor tangan dapat digunakan dengan roda berban karet ataupun roda besi.
Bagian-bagian utama pada mesin pengolah tanah ini yaitu Tenaga penggerak motor. Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga yang menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang dihasilkan kurang dari 12 Hp, dengan menggunakan satu silinder. Kemudian Kerangka dan transmisi (penerus tenaga)Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan bagian traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan kerangka dengan menggunakan beberapa buah baut pengencang. Selanjutnya Tuas kendali/kontrolTuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor. Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan ada banyak tuas kendali. Namun begitu banyaknya tuas kendali ini akan mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan harganya lebih mahal. Untuk itu sekarang banyak diproduksi traktor yang hanya dilengkapi dengan beberap tuas kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya menjadi lebih murah. Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.
Beberapa kelengkapan yang diperlukan antara lain Bajak singkal adalah alat pengolah tanah pertama yang berfungsi untuk bisa membalikkan irisan permukaan tanah. Bajak rotari atau bajak cakar adalah alat pengolah tanah yang berfungsi memotong dan mengaduk tanah, sehingga hasil temuan tanah olahannya menjadi hancur atau berlumpur.Garu adalah alat pengolah tanah kedua yang berfungsi untuk dapat menghancurkan dan meratakan tanah.Roda sangkar adalah jenis roda yang terbuat dari besi pipa dan plat yang berbentuk menyerupai sangkar. Fungsi roda sangkar adalah untuk dapat meningkatkan daya cengkeram permukaan roda terhadap tanah, dengan demikian terjadinya selip dapat diatasi.Roda ban karet adalah jenis ban dari karet yang berfungsi untuk dapat mendukung operasi traktor di lahan kering dan mendukung transportasi di jalan.
Jenis-jenis dan macam mesin pengolaah tanah alat pengolah tanah pada tahap pertama Beberapa alat pengolah tanah pada tahap pertama ini antara lain ada cangkul, garpu, baak singkal (moldboard plow), bajak piring (disc plow) dan bajak rotary (rotary plow). Bajak Singkal (Moldboard Plow), Bajak singkal merupakan mesin pengolah tanah yang sudah berumur panjang, bahkan bisa dibilang paling tua. Di Indonesia, bajak ini merupakan bajak yang paling umum digunakan oleh masyarakat untuk mengolah tanah. Bajak ini menggunakan tenaga hewan seperti sapi dan kerbau. Fungsi dari bajak ini adalah untuk memotong, membalikkan, pemecahan tanah, serta pembenanaman sisa-sisa tanaman ke dalam tanah dan digunakan pada saat tahap pertama.
Bajak singkal satu arah, Pada bajak singkal satu arah, saat mengerjakan pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah hanya dalam satu arah. Lemparan atau pembalikan tanahnya biasanya dilakukan ke arah kanan. Kemudian Bajak singkal dua arah, Pada bajak singkal dua arah ini, saat mengerjakan pengolahan tanah, arah pelemparan atau pembalikan tanahnya dapat diatur dua arah yaitu ke kiri maupun ke arah kanan. Jenis bajak ini mempunyai mata bajak yang kedudukannya dirancang untuk dapat diputar ke kanan ataupun ke kiri dengan cepat, sesuai dengan arah pelemparan ataupun pembalikan tanah yang dikehendaki. Berikut ini adalah gambar bajak singkal panjang, yang ditarik oleh traktor besar
Bajak Pirinng, bajak ini berbentuk piringan, bulat dan cekung seperti alat penggorengan dengan diameter antara 60 cm - 80 cm. Bajak jenis ini hanya bisa ditarik oleh traktor besar empat roda saja jumlahnya antara 3 sampai 8 bajak piring tergantung pada tenaga traktornya. Alat Pengolah Tanah pada Tahap Kedua Setelah selesai pada proses pertama, maka untuk mengolah tanah lanjut pada tahap kedua. Dalam tahap kedua ini alat-alat pengolah tanah yang biasa digunakan antara lain bajak rotary, garu sisir, dan garu piring. Bajak Rotary (Rotary Plow) Pembajakan tanah menggunakan bajak rotary (rotary plow) menghasilkan tanah yang langsung hancur dan merata, pada bajak ini terdiri dari pisau-pisau rotary yang berputar untuk menghancurkan tanah.
Traktor digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan yang paling banyak ialah untuk pengolahan tanah, karena memang pekerjaan pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif membutuhkan daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Selain itu traktor juga digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian Dari asal katanya, traktor berarti alat penghela. Memang fungsi utama traktor ialah untuk menghela sesuatu. Itulah sebabnya semua traktor tentu pada bagian belakangnya dilengkapi dengan sambungan untuk tempat menggandeng alat yang akan dihela tersebut
Prinsip kerja traktor tangan adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak motor bakar, yang pang umumnya bermotor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah, traktor digunakan untuk bisa menarik peralatan pengolah tanah, seperti bajak Piring, garu Piring, dll. Prinsip kerja bajak putar Pisau-pisau dipasang pada rotor secara melingkar hingga beban terhadap mesin merata dan dapat memotong tanah secara bertahap. Pada waktu rotor berputar dan alat bergerak maju pisau akan memotong tanah. Luas tanah yang terpotong dalam sekali pemotongan tergantung pada kedalaman dan kecepatan maju.
Gerakan putaran rotor yang memutar pisau-pisau diakibatkan daya dari motor yang diteruskan melalui sistem penerusan daya khusus sampai ke rotor tersebut. Sistem penerusan daya untuk ukuran bajak putar kecil yang digerakkan dengan traktor tangan biasanya menggunakan sistem hubungan roda cakra dengan rantai. Untuk bajak putar ukuran besar yang digerakkan dengan traktor besar, biasanya menggunakan.
Traktor roda dua (traktor tangan) dirancang untuk bekerja di lahan sawah basah maupun kering, dengan sistem penggerak 4 roda atau 4WD untuk mencegah traktor tenggelam atau selip di sawah. Traktor ini sendiri juga dilengkapi tenaga 50 HP sehingga dikatakan mampu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan ekonomis. Berikut spesifikasitraktor roda dua. Mesin V2403-M-DI, injeksi,diesel, 4-stroke, 4 silinder. Kapasitas mesin sebesar 2.434 cc, diameter x langkah 87 x 102,4 mm, daya maksimumnya 50 hp. System transmisi yaitu Gear shift, 8 forward dan reverse, kapasitas bahan bakar 48 L dan dimensinya 3.200 x 1.495 x 2.049 mm. selanjutnya jarak sumbu roda 1.925 mm dan jarak ke tanah 400 mm selanjutnya berat 1.490 kg.
Pengaplikasia dalam bidang pertanian yaitu traktor ini digunakan sebagai mesin pengolah tanah yang meembantu petani dalam menyiapkan lahan pertanian sebelum proses penanaman. Sehingga dengan cara petani dapat dengan mudah melakukan proses penanaman. Dengan mesin ini juga petani dapat meminimalisir kelelahan dalam bekerja.








A.    Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa Fungsi dari bajak ini adalah untuk memotong, membalikkan, pemecahan tanah, serta pembenanaman sisa-sisa tanaman ke dalam tanah dan digunakan pada saat tahap pertama. Jenis-jenis dan macam mesin pengolaah tanah alat pengolah tanah pada tahap pertama Beberapa alat pengolah tanah pada tahap pertama ini antara lain ada cangkul, garpu, baak singkal (moldboard plow), bajak piring (disc plow) dan bajak rotary (rotary plow). Alat Pengolah Tanah pada Tahap Kedua Setelah selesai pada proses pertama, antara lain bajak rotary, garu sisir, dan garu piring.
Bagian-bagian utama pada mesin pengolah tanah ini yaitu Tenaga penggerak motor, Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, Kerangka dan transmisi (penerus tenaga)Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan bagian traktor lainnya, Selanjutnya Tuas kendali/kontrolTuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor. Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan ada banyak tuas kendali. spesifikasi teknis traktor roda dua pada umumnya yaitu, Mesin V2403-M-DI, injeksi,diesel, 4-stroke, 4 silinder. Kapasitas mesin sebesar 2.434 cc, diameter x langkah 87 x 102,4 mm, daya maksimumnya 50 hp. System transmisi yaitu Gear shift, 8 forward dan reverse, kapasitas bahan bakar 48 L dan dimensinya 3.200 x 1.495 x 2.049 mm. selanjutnya jarak sumbu roda 1.925 mm dan jarak ke tanah 400 mm selanjutnya berat 1.490 kg.

B.     Saran

Disarankan pada proses praktikum ini seharusnya semua anggota kelompok mengikuti proses praktikum, sehingga nantinya proses pengambilan data dapat dilakukan dengan baik dan data yang diperoleh juga dapat kita diskusikan dengan  anggota kelompok.





PENGUKURAN KAPASITAS DAN EFISIENSI KERJA LAPANG



A.    Latar Belakang

Sebelum melakukan proses kegiatan menananam pada suatu lahan, tanah yang akan digunakan haruslah diolah terlebih dahulu dengan tujuan merubah struktur tanah agar lebih mudah ditanami. Pengolahan tanah ini dilakukan dengan menggunakan suatu mesin pertanian, yaitu traktor. Traktor roda 2 atau traktor tangan (power tiller / hand tractor) adalah mesin pertanaman yang dapat dipergunakan untuk mengolah tanah dan lain-lain. Pengolahan tanah dapat dipandang sebagai suatu usaha manusia untuk merubah sifat-sifat yang dimiliki oleh tanah sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki oleh manusia.
 Di dalam usaha pertanian, pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi fisik; khemis dan biologis tanah yang lebih baik sampai kedalaman tertentu agar sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Di samping itu pengolahan tanah bertujuan pula untuk : membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan; menempatkan seresah atau sisa-sisa tanaman pada tempat yang sesuai agar dekomposisi dapat berjalan dengan baik; menurunkan laju erosi; meratakan tanah untuk memudahkan pekerjaan di lapangan; mempersatukan pupuk dengantanah; serta mempersiapkan tanah untuk mempermudah dalam pengaturan air.
            Efektifitas kerja traktor roda dua akan dapat ditingkatkan bila ditunjang oleh kemampuan mengoperasikan di lahan dan mengemudikan di jalan pada saat berfungsi sebagai alat transportasi. Hal ini dapat dicapai dengan mengetahui traktor roda dua secara khusus, karena ada perbedaan yang mendasar antara mengemudikan traktor roda dua dengan traktor roda empat. Oleh karena itu praktikum mesin produksi pertanian perlu dilakukan agar dalam proses budidaya pertanian dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.




B.     Tujuan praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mempelaajari kinerja (performance) alat dan mesin pengolah tanah secara mekanis dari aspek teknik kerekayasaan, operasional dan aspek ekonomi.

C.     Manfaat praktikum
Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu mahasiswa dapat mempelaajari kinerja (performance) alat dan mesin pengolah tanah secara mekanis dari aspek teknik kerekayasaan, operasional dan aspek ekonomi.






Traktor tangan (hand tractor) merupakan sumber penggerak dari implemen (peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerak implemen yang lain, seperti : pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain-lain (wendiatanova,2013).
Traktor merupakan salah satu alat dan mesin budidaya pertanian yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah atau untuk menarik trailer dan implemen yang digunakan dalam pertanian. Untuk mengolah suatu tanah perkebunanan yang luas maka digunakan traktor roda 4 dengan menggunakan bajak piring (disk plow). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi kerja dan biaya operasional traktor roda 4 dalam mengolah tanah dengan menggunakan bajak piring (disk plow) pada lahan perkebunan (lahan kering). Pengujian traktor roda 4 dilakukan pada lahan kering menggunakan bajak piring dengan sistem pola pengolahan tepi. Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah lebar kerja (cm), kecepatan maju (km/jam), kapasitas kerja (jam/ha), slip roda, konsumsi bahan bakar dan kedalaman olah (Murti, 2016).
Faktor pertama adalah kedalaman bajak singkal yang terdiri dari 3 (tiga) taraf perlakuan yaitu : kedalaman bajak 10 cm (D1), 15 cm (D2), dan 20 cm (D3). Faktor kedua adalah kecepatan traktor terdiri dari 3 (tiga) taraf perlakuan yaitu : kecepatan maju traktor 0,83 m/s (V1), 1,25 m/s (V2), dan 1,67 m/s (V3). Adapun parameter yang diukur adalah konsumsi bahan bakar dan kapasitas kerja traktor tangan untuk masing-masing pola pengolahan tanah. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada kedalaman pembajakan 10-20 cm dan kecepatan kerja 0,83-1,67 m/s untuk penyiapan lahan seluas 1 ha dengan pola bolak-balik rapat, kebutuhan bahan bakar rata-rata adalah 2,066 l/jam, pada pola berkeliling adalah 1,107 l/jam, dan dengan interaksi faktor kecepatan dengan kedalaman pembajakan adalah 1,205 – 3,059 l/jam. Kapasitas kerja rata-rata adalah 2,492 jam/ha, pada pola berkeliling adalah 4,651 jam/ha, dan interaksinya adalah 0,868 – 1,787 l/jam. Kecepatan dan kedalaman pembajakan berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar dan kapasitas kerja. Pola pengolahan tanah terbaik agar konsumsi bahan bakar efisien dan   kapasitas kerja maksimal adalah pola berkeliling (Zulkifli, 2014).
Kapasitas  kerja  lapang  teoritis menunjukkan seberapa besar kemampuan optimum tractor dalam membajak lahan pertanian dalam ha/jam..Kapasitas  kerja  lapang  efektif  dari  ketiga  traktor  diperoleh  bahwa  pada  tanah  vertisol  TraktorQuick  1000  memiliki  kapasitas  kerja  lapang  efektif  tertinggi  yaitu  0,085  ha/jam  sedangkan  padatanah  entisol  yang  tertinggi  adalah  Traktor  Yanmar  0,113  ha/jam,  efisiensi  pembajakan  tertinggi yaitu  traktor  Quick  1000  dengan  ratarata  sebesar  97,045  %  yang  diperoleh  dari  seberapa  besarkapasitas  kerja  lapang  aktual  dan  teoritis  yang  diperoleh  pada  traktor  saat  pengolahan  lahan,  dan slip tertinggi rata-rata ditunjukkan oleh penggunaan Traktor Yanmar yakni berkisar antara 22,745 % pada tanah vertisol dan 28,019 % pada tanah entisol (Ana, 2014).
Komponen Utama Traktor Roda Dua. Tenaga penggeraknya, merupakan sumber tenaga yang pada umumnya menggunakan motor bakar diesel. Daya yang dihasilkan kurang dari 12 Hp, dengan menggunakan satu silinder. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan empat buah baut pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi motor dapat digerakkan maju mundur (Tonjang, 2013).





A.    Waktu Dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 3 November 2019 pukul 09:00-selesai WITA Di Lahan Universitas Mataram Narmada Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

B.     Alat  dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:
a.       Traktor roda 2
b.      Bajak singkal
c.       Meteran atau roll meter
d.      Tali rafia
e.       Patok kayu
f.       Stopwatch
g.      Alat tulis

A.    Prosedur kerja



Adapun langkah kerja dalam praaktiku ini adalah sebagai berikut:
1.      Disiapkaan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Dipasang bajak singkal pada traktor roda dua yang akan  digunakan
3.      Diukur panjang dan lebar lahan yang akan digunakan
4.      Dipasang patok kayu pada setiap sudut lahan uji coba
5.      Diikatkan tali rafia pada masing-masing patok kayu yang tekah dipasang
6.      Dihidupkan traktor
7.      Dimulai pembajakan dari sisi pojok lahan
8.      Dinyalakan stopwatch dan dicatat Waktu untuk belok , total waktu pembajakan
9.      Diukur lebar Lebar bajak, Diameter roda, Kedalaman pengerjaan, Total putaran roda Total jarak tempuh, Lebar hasil bajakan, Luas hasil pembajakan.


A.    Hasil Pengamatan

Tabel.1. Hasil pengamatan dan perhitungn efisiensi  hasil bajakan kafasitas kerja lapang aktual teoritis
NO
Pengamatan
Hasil
1
Lebar bajak teoritis
0,42 m
2
Lebar bajak aktual
0,25 m
3
Diameter roda
0,6 m
4
Luas lahan
400 m²
5
Waktu total pengerjaan
2062 s
6
Kedalaman pembajakan
0,2 m
7
Total putaran roda
28 putaran
8
Waktu untuk belok
1,8 s
9
Total jarak tempuh
2623 m
10
Lebar hasil pembajakan
0,27 m
11
Luas hasil pembajakan
394 m²
12
Kecepatan traktor
0,50 m/s
13
Kapasitas lapang teoritis
0,21 m²/s
14
Kapasitas laapang aktual
0,15 m²/s
15
%waktu hilang untuk slip roda
85%
16
% waktu hilang untuk berhenti(macet)
0,068%
17
% waktu hilang untuk tumpang tindih
25%
18
% waktu hilang untuk belok
0,087%
19
Efisiensi teoritis
71,4%
20
Efisiensi aktual
11,23%


Analisis data
1.      Menghitung kapasitas lapang teoritis (kt)
Kt = w x v
     = 0,42 x 0,50 m²/s
     = 0,21 m²/s
2.      Menghitung kafasitas lapang aktual
Ka 
       =
      = 0,15 m²/s

3.      Menghitung presentase waktu hilang karena tumpang tindih
% L1 = %
          =
          = 0,25 x 100%
         = 25%
4.      menghitung presentase waktu hilang karena slip
% L2 = %
         =
         =
        = 85%
5.      Menghitung persentase waktu hilang padasaat belok
% L3 = %
         =    X 100%
         = 0,087%
6.      Persentase waktu hilang karena macet
%L4 =
   =    
   = 0,0068%
7.      Efisiensi kerja lapang aktual
   
8.      Efisiensi kerja lapang teoritis
E  = %
= %
= 71,4%

B.     Pembahasan

Kapasitas kerja alat dan mesin pertanian adalah kemampuan alat dan mesin dalam menghasilkan suatu produk seperti  m², ha, kg, lt per satuan waktu (jam atau detik). Dari satuan kapasitas kerja dapat dikonversikan menjadi satuan produk per Kw per jam, bila alat/mesin itu menggunakan tenaga penggerak motor. Kapasitas lapang teoritis sebuah alat ialah kecepatan penggarapan lahan yang akan diperoleh seandainya mesin tersebut melakukan kerjanya memanfaatkan 100 % waktunya, pada kecepatan maju teoritisnya dan selalu memenuhi 100 % lebar kerja teoritisnya.
kapasitas lapang aktual menggunakan satuan menit per meter persegi, yang merupakan besarnya waktu teoritis per hektar ditambah waktu per hektar yang diperlukan untuk belok ditambah waktu perhektar yang diperlukan untuk “fungsi-fungsi penunjang”. Renoll menggolongkan seluruh waktu hilang selain belok ke dalam fungsi penunjang. Item-item ini diukur dan diperkirakan secara individual lalu dijumlahkan.Beberapa parameter yang digunakan untuk menilai mutu kerja ataupun karakteristik kerja alat pengolahan tanah antara lain adalah : kedalaman pengolahan, tingkat penghancuran bongkah tanah dan tingkat kegemburan, serta bentuk akhir permukaan tanah setelah pengolahan.
Efisiensi lapang ialah perbandingan antara kapasitas lapang efektif dengan kapasitas lapang teoritis, dinyatakan dalam persen. Efisiensi lapang melibatkan pengaruh waktu hilang di lapang dan ketakmampuan untuk memanfaatkan lebar teoritis mesin. Efisiensi kinerja ialah suatu ukuran efektifitas fungsional suatu mesin, misalnya prosentase perolehan produk bermanfaat dari penggunaan sebuah mesin.  Faktor faktor yang mempengaruhi nilai efisiensi  kapsitas lapang pada traktor terhadap lahan yang digarap adalah yang pertama yaitu kondisi lahan yang mengandung cukup air sehingga tanah menjadi lebih licin menyebabkan sering terjadi  selip pada roda teraktor sehingga banyak waktu yang terbuang , faktor yang kedua adalah operator yang mengendalikan traktor, banyak dari operator yang belum menguasai cara mengendalikan teraktor saat membajak lahan sehingga banyak kesalahan-kesalahan saat melakukan praktikum, faktor yang ketiga adalah kesalahan saat pengambilan data dan kesalahan pembacaan dalam Pengukuran waktu berbelok, slip dan tumpang tindih beberapa faktor ini sangat mempengaruhi nilai untuk menentukan efisiensi hasil pembajakan secara aktual maupuun teoritis.
Waktu hilang merupakan variabel yang paling sulit dinilai dalam hubungannya dengan kapasitas lapang.Waktu lapang bisa hilang akibat  penyetelan  / pembetulan atau pelumasan alat, kerusakan, penggumpalan, belok di ujung. Dalam kaitannya dengan kapasitas lapang efektif dan efisiensi lapang, waktu hilang tidak mencakup waktu pemasangan atau perawatan harian alat, ataupun waktu hilang akibat kerusakan yang berat. Waktu hilang hanya mencakup waktu untuk perbaikan kecil di lapang dan waktu untuk pelumasan yang dibutuhkan di luar perawatan harian.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan hasil perhitungan  efisiensi hasil pembajakan dan analisis hasil bajak aktual dan teoritis yang bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas hasil pembajakan serta membandingkan kapasitas aktual dan teoritis. Pada praktikum ini digunakan traktor dengan ukuran lebar bajak teoritisnya adalah 0,42 m, lebar bajak aktual 0,25 m, ukuran diameter roda sebesar 0,6 m dengan luas lahan yag dibajak adalah 400 membutuhkan waktu pengerjaan 2.062 s , kedalaman pembajakan 0,2 m, total putaran roda sebanyak 28 putaran. Waktu untuk belok 1,8 s, total jarak tempuh 2623 m, lebar hasil pembajakan 0,27 m, luas hasil pembajakan 394 m², kecepatan traktor 0,50 m/s. Dari hasil peraktikum yang telah dilakukan diperoleh bahwa  Hand traktor yang digunakan mempunyai hasil kapasitas lapang teoritis sebesar 0,21 /s, kapasitas lapang aktual sebesar 0,15 m²/s. % Waktu hilang karena tumpang tindih  sebanyak 25% besarnya peresentase waktu yang terbuang karena  tumpang tindih yang terjadi dilapangan diakibatkan lahan yang sudah diolah sebelumnya terolah kembali secara  otomatis akan menggerus alur pembajakan pertama sekaligus menimbun sebagian areal pada alur pembajakan sebelumnya  sehingga  mempengaruhi hasil pembajakan dan memperlama waktu pembajakan, beberapa faktor yang mempengaruhi banyaknya waktu yang terbuang yaitu karena operator yang kurang faham cara mengendalikan teraktor sehingga menggarap kembali tanah yang sudah digarap seblumnya.
Waktu hilang karen slip sebanyak adalah  85%, slip merupakan keadaan dimana roda traktor berputar berulang-ulang pada satu titik atau berputar ditempat yang sama. Waktu yang terbuang karena slip ini ckup banyak hal ini disebabkan karena kondisi tanah yang mengandung banyak air menyebabkan tanah menjadi licin selain itu kesalahan operator saat mengendalikan teraktor secara tidak stabil sering kali terjadi,seperti mengendalikan teraktor ke lahan yang sudah digarap sehingga saat berbelok ataupun lurus selain itu roda traktor sering terangkat saat berbelok yang menyebabkan terjadi selip atau roda berputar ditempat.
 Waktu hilang untuk membelok 0,087%, berbelok saat melakukan penggarapan lahan baik secara bolak balik ataupun dari tepi ke tengah ataupun digarap dengan mengelilingi titik pusatnya saat berbelok di ujung atau di sudut suatu lapang menghasilkan suatu kehilangan waktu yang seringkali sangat berarti jika dilihat dari waktu yang hilang saat berbelok dengan persentasi yang sangat kecil menunjukan bahwa saat  mengendalikan traktor  opertaor berbelok cukup baik, Waktu hilang karena macet (berhenti) sebanyak 0,068%, kehilangan waktu karena macet atau mesin mati sangat besar ini disebabkan beberapa kendala terutama pada operator yang menjalankan teraktor sering kali tidak memperhatikan gas pada traktor sehingga traktor mati saat akan mulai digunakan selain itu operator belum bisa  mengendalikan gas pada traktor yang menyebabkan sering kali traktor mati saat digunakan.
Berdasarkan hasil perhitungan Jadi efisiensi kerja lapang aktual di dapatkan hasil  11,23% dan efiseinsi lapang teoritis sebesar  71,4%, dari keseluruhan kerja. Dalam  kapasitas lapang secara aktual akan  selalu lebih rendah dari kapasitas lapang teoritis ini dikarenakan Kapasitas lapang secara teoritis hanya membahas dan memperhitungkan luasan areal perlamanya waktu pembajakan tanpa memperhitungkan gangguan-gangguan yang ada dilapangan saat melakukan pembajakan pada lahan, dengan kata lain  bahwa traktor dianggap berjalan dengan mulus tanpa hambatan dengan kecepatan konstan dan jarak yang ditempuh berdasarkan keliling roda traksi traktor. Kapasitas ini memberikan gambaran seberapa besar kemampuan optimum traktor dalam mengolah tanah yang sebenarnya  dilapangan hal ini  berbeda dengan kapsitas lapang aktual yang memperhitungkan   fungsi dari lebar kerja teoritis mesin, persentase lebar teoritis yang secara aktual terpakai, kecepatan jalan dan besarnya kehilangan waktu lapang selama pengerjaan.




A.    Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum dapat kita simpulkan bahwa kinerja alat atau mesin pengolah tanah secara mekanis adalah untuk memperhitungkan kapasitas kerja, kualitas dan efisiensi kerja dari alat atau mesin tersebut dibandingkkan dengan hasil kerja peralatan tradisional yang umum digunakan pada suatu daerah. Dari aspek ekonomis alat atau mesin pengolah tanah secara mekanis adalah untuk memperhitungkan besarnya biaya operasi rupiah per jam dari alat atau mesin tersebut dibandingkan dengan biaya operasi peralatan tradisional yang mungkin dapat diperoleh dari pennggungaan peralatan mekanis tersebut. Dari aspek operasional alat atau mesin pengolah tanah diperhitungkan dari besarnya biaya tetap dan biaya kerja, biaya tetap teerdiri atas penyusutan, bunga modal, pemeliharaan dan perbaikan gudang serta pajak asuransi sedangkan biaya kerja terdiri dari bahan bakar, minyak pelumas, grease, upah operator dan upah tenaga pembantu operator serta biaya untuk pembelian ban.



B.     Saran

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan disarankan bahwa pada saat praktikum ini menggunakan dua traktor agar lebih efisien waktu pelaksanaan sehingga masing masing kelompok bisa melakukan pengambilan secara optimal dan nantinya semua praktikan dapat berperan aktif pada saat proses praktikum.




A.    Latar belakang

Indonesia merupakan Negara yang bidang pertaniannya memegang peranan penting dalam kehidupan bernegara.diamping bidang-bidang lainnya, atas dasar tersebut maka perlu adanya peranan yang baik dalam tanaman pertanian agar didapatkan hasil pertanian yang berkualitas, karena tanaman pertanian tidak terlepas dari hama dan penyakit yang menyerang. Dalam menjaga kualitas tanaman pertanian yang baik, harus diuasahakan suatu pengendali hama atau penyakit tanaman. Hama dan penyakit tanaman merupakan musuh alami dalam tanaman pertanian yang harus dihilangkan dan dibasmi.
Perlu berbagai alat atau mesin pengendali hama dan penyakit tanaman untuk memudahkan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, kinerja alat atau mesin pengendali hama dan penyakit tanaman juga harus terjaga dengan baik. Oleh karena itu perlu suatu cara kalibrasi alat pengendali hama dan penyakit tanaman untuk suatu skala uasaha pertanian. Dalam praktikum ini dipelajari tentang suatu alat atau mesin pertanian dalam pemeliharaan tanaman pertanian. Mesin atau  alat pertanian yang dipelajari yaitu sprayer, dengan dilaksanakannya praktikum ini diharapkan pada praktikan akan mendapatkan pengetahuan yang lebih mengenai sprayer sehingga tidak akan mengalami kesulitan ketika bekerja dibidang teknologi pertanian.

B.     Tujuan praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mempelajari cara pebgaturan bagian-bagian sprayer, dalam kaitannya dengan penggunaan sprayer untuk pengendali hama dan penyakit tanaman yang sesuai dosis obat-obatan tertentu.

C.     Manfaat praktikum
Adapun manfaat dilakukannya praktikum ini yaitu mahasiswa dapat mempelajari cara pengaturan bagian-bagian sprayer dalam kaitannya dengan penggunaan sprayer untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman yang sesuai dosis obat-obatan tertentu.



Budidaya tanaman untuk mengendalikan gulma, hama dan penyakt tanaman umumnya menggunakan pestisida baik yang bentuk cair maupun yang bentuk bubuk atau tepung. Untuk pengaplikasian pestisida cair ini digunakan alat yang disebut sprayer. Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam pemberantasan dan pengendalian hama dan penyakit tabaman(Paramita,2016).
Kegiatan penyemprotan merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan perawatan tanaman contohnya kelapa sawit. Penggunaan alat penyemprot yang benar mampu mengurangi biaya pengendalian gulma pada perkebunan. Penyemprotan biasanya dilakukan dengan knapsack sprayer (sulo) dengan kondisi kematian gulma yang tidak merata sehingga diperlukan alat penyemprot yang lain dengan konsidi penyemprotan yang merata dan lebih hematt biaya seperti knapsack motor sprayer(Yuliynto,2017).
Sprayer merupakan alat aplikatorr pestisida yang diperlukan dalam pemberantasan dalam dan pengendalian hama serta penyakit tumbuhan. Hasil studi yang dilakukan departemen pertanian bahwa dibeberapa tempat Indonesia, sprayer tipe gendong sering mengalami kerusakan, permasalahan lain yaitu sprayer yang digunakan masih harus digendong sehingga berat sprayer masih menjadi kendala yang dialami petani(Priyanto,2017).
Adapun bentuk dan mekanisme kerja sprayer berfungsi untuk mengubah atau memecah larutan semprot yang dilakukan noozle menjadi bagian-bagian ata butiran-butiran yang sangat halus berdasarkan tenaga yang digunakan. Alat penyemprot dibedakan menjdai dua yakni alat penyemprot manual (Hand sprayer) dan alat penyemprot dengan pompa tekanan tinggi, dari beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa jenis sprayer yang banyak digunakan petani di lapangan adalah jenis hand sprayer (tipe pompa)(Djafar,2017).
Ketika penyemprotan pestisida, alat semprot akan merubah larutan semprot menjadi butiran-butiran halus lalu didistribusikan ke seluruh bidang sasaran hingga seluruh bidang sasaran tersebut tertutup. Butiran-butiran semprot efikasi pestisida dipengaruhi oleh teknik penyemrotan yang meliputi sudut penyemprotan, bentuk alat penyemrot, pola distribusi \, volume semprot dan panjang jangkauan cairan semprot (atau tipe ukuran tertentu) dan spesifikasi noozle(urba,2017).





A.    Waktu dan tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari jum,at, 20 sptember 2019 pukul 14:00- selesai WITA, Di halaman depan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram.

B.     Alat dan Bahan

Adapun alat ddan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut;
1)      Alat
a.       Alat penyemprot (Sprayer)
b.      Botol
c.       Stopwatch
d.      Meteran
e.       Batu
2)      Bahan
a.       Air jernih

C.    Prosedur kerja

Adapun prosedur kerja yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

Lankah kerja
                   Adapun langkah kerja yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Dibuat jarak dengan pemisahannya dari titik A ke B sejauh 2 meter
3.      Dibuat jarak titik C ditengah-tengah jarak A dan B
4.      Disemprotkan air menggunakan sprayer pada titik C selama 30 detik
5.      Diukur diameter sebaran air yang disemprotkan di titik C
6.      Diukur lebar kering A dan lebar kering B
7.      Diulangi langkah 3-6 sampai 3 kali pengulangan
8.      Disemprotkan air kedalam botol dengan masiing-masing 30 s, 60 s, 90 s,
9.      Dicatat hasil pengukuran tersebut.

D.    Metode analisis
Adapun cara analisis yang digunakan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut :
·         Menghitung volume air (v) =   atau  
·         Menghhitung debit (d) =   
Keterangan :  = ketetapan (13,4)
r = jari-jari      (m)
t = waktu       (s)
T= tinggi permukaan (m)
v = volume (m³)
d = debit  (m³/s)





A.    Hasil  pengamatan

No
Nama bagian sprayer
Fungsi
1
Tangka
Tempat herbisida atau larutan lainnya diisikan
2
Pengukur tekanan
Untuk mengatur tekanan terhadap besar kecilnya volume cairan yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan
3
Nozzel
Untuk memecah cairan menjadi partikel halus dan memperhalus larutan yang dikeluarkan pada saat penyemprotan
4
Pegangan pompa
Tempat memegang pompa agar tidak jatuh
5
Sabuk penggendong
Digunakan untuk menyandang sprayer pada punggung
6
Pompa hidrolik
Alat untuk menimbulkan atau membangkitkan aliran fluida
7
Katup relief
Untuk mencegah system dari kelebihan bahan dan untuk memberikan perlindungan keamanan.
8
Katup dekompresi
Untuk meningkatkan kompresi
9
Katup periksa
Dapat mencegah aliran balik dan sebagai pengaman dari sebuah equipment dalam system perpipaan.
10
Tuas
Tempat menekan agar air bisa disemprotkan.

Analisis Data
Tabel 4.2. menentukan lebar efektif Nozle.
No
Jarak A – B (M)
Sebaran nozzle (s)
Jarak kering A (M)
Jarak kering B (M)
1
2
70
0,67
0,60
2
2
89
0,58
0,60
3
2
99
0,55
0,56

Tabel 4.3. menentukan debit (output Nozle)
No
Luas alas wadah ( )
Tinggi wadah  (m)
Waktu (s)
Tingi air (m)
Volume air (m³)
Debit (liter/s)
1.
28,26x
0,26
30
0,09
2,5434x
8,478 x
2
28,26x
0,26
60
0,11
3,1085x
5,181 x
3
28,26x
0,26
90
0,18
5,0868x
5,652 x




B.     Pembahasan
Pestisida atau pembasmi hama adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari (hama) yang diberikan akhiran cide (pembasmi) sasarannya bermacam-macam seperti serangga, tikus,gulma,burung,mamalia,ikan atau mikroba yang dianggap mengganggu. Kalibrasi adalah proses pengecekkan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkan dengan standar atau tolak ukur. Kalibrasi diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan akurat dan konsisten dengan instrument lainnya. Hasil pengukuran yang tidak akan berpengaruh langsung terhadap kualitas produk dan dapat membahayakan kesan perusahaan dimata konsumen.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyemprotan yaitu ukuran butiran semprot droplet, volume aplikasi, alat semprot terutama noozle yang digunakan, keadaan cuaca terutama angin dan tenaga penyemprot yang kurang terampil dapat menyebabkan coverage yang kurang baik. Penyemprot dinyatakan baik apabila permukaan bidang sasaran tertutup oleh butiran semprot (droplet) dalam jumlah yang memenuhi syarat, menggunakan ukuran droplet yang tepat untuk berbagai jenis penyemprotan, meggunakan volume aplikasi yang cocok untuk berbagai jenis tanaman dan stadia pertumbuhan tanaman yang berbeda, droplet akan meyemprotkan dan didistribusika di seluruh permukaan bidang sasaran secara merata.
Adapum bagian-bagian utama dari sprayer yaitu, tangki (tank) merupakan tempat herbisida atau larutan lainnya diisikan. Yang kedua yaitu unit pompa terdiri dari silinder pompa dan piston dari kulit. Untuk memberikan tekanan kepada larutan herbisida, sehingga larutan dapat dikeluarkan dari tangki dan mengalir melalui selang dan keluar pada nozel. Kemudian tangki pompa ini berfungsi sebagai pompa cairan dan nozel digunakan untuk memecah cairan menjadi partikel halus dan memperhalus larutan yang dikeluarkan pada saat penyemprotan, pengaduk atau agitator dipakai untuk mengaduk bahan cairan yang akan disemprot.
Jenis-jenis spraye yaitu knapsack sprayer (semprot punggung) sprayer ini paling umum digunakan oleh petani. Motor sprayer, sprayer ini menggunakan mesin sebagai tenaga penggerak pompanya yang berfungsi untuk mengeluarkan cairan dalam tangki. Kemudian CDA sprayer, CDA sprayer tidak menggunakan tekanan udara untuk menyebarkan larutan semprot. Kemudian drone digunakan pada lahan yang sulit dijangkau oleh tenaga.
Hasil pengamatan dalam menentukan lebar efektif nozel dalam 3 kali pengulangandengan jarak masing-masing titik sepanjang 2 meter dan disemprot selama 30 menit. Penyemrotan pertama dengan jarak 2 meter didapatkan sebaran nozel 0,79 meter, jarak kering A 0,6 meter dan jarak kering B 0,64 meter, kemudian penyemrotan kedua dengan jarak yang sama sebaran nozel 0,79 meter, jarak kering A 0,74 meter dan jarak kering B 0,43 meter. Selanjutnya penyemrotan ketiga dengan jarak yang samabesar sebaran nozel 0,7466 meter jarak kering A 0,68 meter dan jarak kering B 0,5533 meter.
Hasil pengamatan menentukan debit (output nozel) dengan diameter wadah 0.07 meter dan tinggi wadah 0,265 meter dan menggunakan wadah yang sama tetapi diberikan waktu yang berbeda. Pada waktu 30 detik tinggi permukaan air sebesar 0,082 meter, volume 0,000315 meter³ dan debit 0,0000105 meter, kemudian pada waktu 60 detik tinggi permukaan air 0,143 meter, volume 0,000055 meter³ dan debit 0,0000083333 m³/s. penerapan dalam bidang pertanian alat penyemprot diperlukan dalam pemberantasan dan pengendalian hama dan peyakit tanaman. Sehingga dapat membantu petani dalam membandingkan tanaman dan nantinya hasil yang didapatkan melimpah.
Pengapliaksian traktor dalam bidang teknik pertanian yaitu traktor ini digunakan sebagai





A.    Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa sprayer digunakan untuk memecahkan cairan yang disemprotkan menjadi tetesan kecil dan didistribusikan secara merata pada objek. Kalibrasi adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alt ukur. Kalibrasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan akurat dan konsisten dengan instrument lainnya. Cara kerja dari sprayer ini yaitu larutan dikeluarkan dari tangki akibat dari adanya tekanan udara melalui pompa yang dihasilkan oleh gerakan tangan penyemprot.

B.     Saran

Disarankan kepada praktikaan agar lebih tertib dan disiplin dalam melaksanakan praktikum agar praktikum dapat berlangsung sasuai dengan yang diharapkan.






A.    Latar belakang

Kebutuhan akan mekanisasi pertanian semakin meningkat, seiring dengan semakin langkanya tenaga kerja pertanian dan adanya kenaikan upah yang nyata dipedesaan, terutamadi daerah dengan intensitas tinggi. Indicator paling sederhana untuk mengukur bahwa mekanisasi pertanian semakin dibutuhkan, dapat dilihat dari meningkatnya jumlah alat mekanisasi yang digunakan terutama didaerah intensifikasi penanganan pasca panen padi merupakan upaya yang sangat strategis dalam rangka mendukung peningkatan produksi padi. Kontribusi penanganan pasca panen terhadap peningkatan produksi padi dapat tercermin dari penurunan kehilangan hasil tercapainya mutu gabah atau beras sesuai persyaratan mutu.
     Penanganan pasca panen padi, salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah masih kurangnya kesadara dan pemahaman petani terhadap penanganan pasca panen yang baik agar dapat menekan kehilangan hasil dan mempertahankan mutu hasil gabah atau beras. Dalam usaha tani, thresher meupakan alat untuk merontok padi menjadi gabah. Alat ini merupakan alat bantu bagi tenaga kerja untuk memisahkan bagah dengan jeraminya. Oleh karena itu praktikum ini penting dilakukan untuk mempelajari mekanisasi perontokan padi dengan mesin perontok padi tenaga listrik, sehingga mahasiswa dapat mengetahui dan mempelajari mekanisasi perontokan padi dengan mesin perontok padi tenaga listrik.

A.    Tujuan praktikum
Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu untuk mempelajari mekanisasi perontokan padi dengan mesin perontokan padi dengan mesin perontok padi bertenaga listrik.

B.     Manfaat praktikum\
Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu mehasiswa dapat mempelajari mekanisasi perontokan padi dengan mesin perontok padi bertenaga listrik.





Saat ini mesin telah banyak di gunakan oleh banyak orang baik itu dalam dunia indutri besar maupun dalam industri rumahan dan banyak juga untuk keperluan untuk keperluan rumah tangga. Padi dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak kegunaanya baik itu untuk kebutuhan karbohidrat , makanan pokok, minuman, dan masih banyak kegunaan yang lainya. Karena banyak kegunaan padi dalam kehidupan sehari-hari  maka padi memiliki nilai ekonomi yang tinggi sangat baik untuk ditekuni (Hermawansa, 2017).
Perontokan adalah proses pemisahan secara mekanis suatu bahan padatan sepanjang garis tertentu oleh alat rontok. Alat perontok digambarkan sebagai bilah bahan (blade) dengan suattu tepi yang tajam. Perontokan menyebabkan suatu bahan mempunyai beberapa bentuk yang disebut potongan atau serpihan. Proses perontokan diawali dengan proses persinggungan (contact) antara mata paku dengan bahan perontok. Selanjutnya bahan yang dirontokkan mengalami tekanan (stress) terutama disekitar garis perontok.pemisahan  tak beraturan terjadi bila tekanan pada bahn melebihi kekuatan geser (failure strength) bahan tersebut (Novianto, 2015).
Melalui penerapan perontok padi ini secara tidak langsung juga akan mempercepat swasembada beras. Hal ini dapat terjadi karena teknologi tepat guna (TTG). Petani akan lebih di alihkan dalam bekerja dan selanjutnya akan lebih bergairah dalam menekuni propesi sebagai petani. Apabila banyak penduduk yang tertarik untuk menjadi petani, maka hal ini dapat berpeluang untuk mewujudkan kemandirian pangan khususnya swasembada beras (Suharmanto, 2016).
Berbagai macam jenis mesin perontok padi seperti thresher  jenis pedal (pedal thresher). Tresher jenis pedal ini mempunyai kontruksi sederhana, dapat dibuat sendiri oleh petani dan cukup dioperasikan oleh satu orang serta mudah dijinjing ketengah lapangan atau sawah. Pada umunya thresher pedal ini hanya dipakai untuk merontok padi. Thresher pedal ini tidak dikatagorikan sebagai  mekanis karena menggunakan mesin penggerak (Andri, 2017).
Teknologi pertanian berkembang dengan sangat pesat, termasuk dalam usaha perontokan padai , kini perontokan padi dapat dilakukan secara otomatis tamba bersusah payah yaitu dengan menggunakan sensor. Perontokan padi menggunakan sensor ini hanya akan merontok padi dengan spesipikasi tertentu.sensor adalah suatu  elmen dalam mekanika atau pengukuran  yang menerima sinyal masukan dan mengubahnya mnjadi besaran lain yang dapat diproses lebih lanjut untuk nantinya dapat ditampilkan, direkam, ataupun sebagai sinyal umpan pada sistem kendali. Kebanyakan sensor mengubah parameter fisika menjadi sinyal elektrik  misalnya tegangan atau arus, sehingga sering juga disebut sebagai tronduser (Kurniawan, 2015). 


A.    Waktu dan Tempat

Adapun waktu dan tempat praktikum ini pada hari Jum’at, 27 September 2019 pukul 15:00 WITA – selesai di Halaman Belakang Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.

B.     Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan pada praktikum ini yaitu mesin perontok padi bertenaga listrik, stopwatch, alat tulis dan padi yang baru dipanen.

C.    Prosedur Kerja

 
Langkah kerja
Adapun langkah kerja yang digunakan padaa praaktikum ini adalah sebagai berikut:
a.       Disiapkan alat dan bahan
b.      Ditimbang 0,5kg,1kg,1kg padi yang masih  utuh
c.       Didihidupkan mesin perontok padi dan tunggu hingga putaran stabil
d.      Dimasukkan padi yang telah ditimbang melalui lubang pemasukan dengan perlahan dan hati-hati
e.       Dibiarkan hingga padi rontok
f.       Dicatat waktu yang diperlukan setiap proses perontokan
g.      Diditimbang sisa, ampas dari gabah
h.      Dihitung efesiensi perontokan padi tersebut

D.    Metode Analisis

   Adapun metode analisi dari praktikum ini yaitu :

Epi    x 100%


                                         

Epi    x 100%


                                         

KA             



                                         


      Keterangan :
      EP = Efesiensi Perontokan Gabah
      EA = Efesiensi Alat
      KA = Kapasitas Alat

BAB 1V

HASIL DAN PEMBAHSAN

A.    Hasil Pengamatan

Tabel 1. Hasil pengamatan mesin perontok padi
NO
Bahan (kg)
Waktu (s)
Berat gabah (kg)
Sisa (kg)
Ep (%)
EA (%)
1
0,5
56,90
0,2
0,3
40
40
2
1
1,19
0,4
0,6
40
40
3
1
1,3
0,4
0,6
40
40
Rata- rata
66,3
0,33
0,5
40
40

·         Analisis Data

Ø  Efesiensi perontokan gabah (EP)
EPi       x 100%
EP1     =   x 100%
            = 40%
EP2     =  x 100%
            = 40%
EP3     =  x 100%
            = 40%
Ø  Efesiensi AlaT

EA          =   x 100%
EA1        =  x 100%
              = 40%
EA2        =   x 100%
              = 40%
EA3        =  x 100%
              = 40%

Ø  Kapasitas Alat
      
        =
       = 0,005

B.     Pembahasan

Mesin perontok padi pertama dioperasikan manual yang digerakkan oleh kuda. Kemudian mesin uap pertabel mengguanakan peran kuda dan memberikan tenaga kuda mesin perontok. Pada tahun 1834, John Arery dan Hiram Abial Pitts melakukan pengembangan mesin sehingga mampu memisahkan biji-bijian dari kulit biji secar otmatis mereka memperoleh paten pada Desember 1837. John Ridlley. Seorang penemu Australia juga mengembangkan mesin perontok untuk digunakan di Australia pada tahun 1843.
Meski sudah cukup otomatis, tetapi  serangkaian proses untuk mendapatkan seralia dan lahan masih cukup Panjang, dimulai dari pemanenan, meningkatnya merontokkan dan sejenisnya. Pada tahun 1910, didaerah plause dibarat laut amerika serikat, dikembangkan mesin yang memiliki konsep pemanenan kombinasi yang ditarik oleh kuda mesin ini memanen dengan hasil akhir, berupa biji-bijian  gandum yang sudah dirontokkan. Penemuan ini memotong jalur pasca panen gandum yang baisanya dilakukan diluar lahan pertanian kemudian mesin diesel dan gas muncul dan semakin meningkatkan inovasi mesin pemanen kombinasi.
Kelebihan menggunakan mesin perontok padi ini adalah mabilitas tinggi, karena sudah dilengkapi dengan roda untuk jalan raya. Penggunaan yang simpel, hanya dengan membuka, memasukkan padi yang masih berjerami, lalu menutupnya. Mempunyai hasil sampai 10/ lebih baik dari manual. Keceptan mesin perontok padi yang dapat diatur rpm-nya dengan mudah  efesiensi waktu. Disisi lain kelebihan menggunakan mesin ini yaitu mudah memproses pekerjaan petani dan menghindari kelelahan dalam bekerja. Kekurangan menggunakan mesin ini dari segi biaya pada saat perawatan yang harus terjaga untuk hasil yang maksimal dan pada segi biayanya yaitu pada saat pembelian yang cukup mahal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perontok padi adalah kapasitas mesinnya, daya listrik, varietas padi, semakin besar frekuensi putar poros perontokan yang digunakan maka kapasitas kerja yang dihasilkan oleh alat akan semakin baik atau meningkat. Kapasitas kerja mesin ini dipengaruhi oleh kecepatan putar silinder perontok, makin tinggi kecepatan silinder  perontok, makin tinggi pula kapasitas kerja mesin. Factor lain yang mempengaruhi adalah varietas padi yang akan dirontokkan. Semakin mudah kerontoka suatu varietas maka kapasitas alatnya akan semakin tinggi, factor lainnya yaitu system pemanenan, mekanisme perontokan, penundaan praktikum serta tingkat kemasakan varietas padi.
Spesifikasi alat Tenaga Listrik yaitu yang pertama kapasitas  kerja 500 kg/jam, kedua kemampuan pemisahan 987, kemampuan pembersihan 94%, kerusakan gabah kurang dari 2% kebutuhan tenaga 1-2 orang yang terakhir yaitu dimensi dengan Panjang 950 mm, lebar (baki tertutup) 760 mm, tinggi (baki tertutup) 1380 mm dan berat 100 kg. mesin perontok padi memiliki beberapa bagian diantaranya lubang pemasukan padi yang akan digunakan sebagai tempat untuk memasukkan padi, kemudian serta atau stopan (on/off) yaitu tombol untuk mematikan dan menghidupakan mesin motor listrik . kemudian mesin motor listrik yaitu mesin yang akan menggerakkan pulley, penampung padi digunakan sebagai pendukung penggerakan vbelt atau sabuk lingkar untuk menjalankan alat, kemudian vbelt berfungsi untuk penghubung antara mesin motor listrik dengan pulley, ventilasi digunakan sebagai tempat keluar masuknya udara.
Berdasarkan hasil praktikum yang didapatkan sebagai berikut, yang pertama pada padi dengan berat 0,5 kg didapatkan efesiensi perontokan sebesar 40% dengan berat gabah 2kg dan berat sisa 0,3kg dan membutuhkan waktu perontokan selama 56,90 detik, kemudian pada padi sebesar 1kg didapatkan efesiensi perontokan 40% dengan berat gabah 0,4kg dan berat sisa 0,6kg serta efesiensi alat sebesar 40%, kemudian pada padi dengn berat 1kg lagi didapatkan efesiensi perontokan sebesar 40% dengan berat gabah 0,4kg dan berat sisa 0,6kg membutuhkan waktu perontokan 1,3 detik. Sehingga didapatkan kapasitas alat sebesar 40%/jam didapatkan dari rata-rata berat gabah dibagi dengan waktu rata-rata yaitu 0,05.
Pengaplikasian dalam bidang Teknik Pertanian yaitu alat ini digunakanpetani dalam proses perontokan  padi pasca panen. Alat ini merupakan alat bantu bagi petani didalam memisahkan gabah dengan jeraminya sehingga petani lebih mudah memanen padi hasil pertaniannnya.

BAB V

PENUTUP

A.    Kesimpulan

            Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, mesin perontok padi atau thereser merupakan mesin  perontok yang sumber tenaga penggerak engineering. Meknisme perontokan padi menggunakan mesin ini yaitu padi yang sudah dipotong dengan Panjang 450-500 mm dipegang tangkainya dan dimasukkan bulirnya mengenai silinder penggilingan yang terpasang gigi. Kemudian bulir padi akan masuk dan diayak dipisahkan dengan jerami yang terbawa saat perontokan, kemudian padi akan terdorong keluar.

B.     Saran

               Diharapkan pada praktikum ini agar lebih teliti lagi dan pada mesin perontoknya lebih diperhatikan agar tahu mekanisme kerjanya dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Ana.2014.Studi Kinerja Lapang Berbagai Traktor Tangan Pada Budidaya Kacang Tanah (Arachis Hypogeae L).Jurnal Pertanian.
Andi. 2017. Kenali beberapa jenis alat perontok padi  yang sering digunakan petani.       http://petaniberas.blogspot.com/2017/08/kenali-beberapa-jenis-alat-perontok-padi html m=1. Diakses pada hari senin 14 oktober 2019.
Hermawansa ,dkk.2017.peranjang dan pembuatan mesin perontok padi  berbasisi mikrokontroler ATMega 32.Jurnal media infotani.Vol.13. hal.21-25.
Istiqomah, Nurul,dkk.2016.Metode Pengolahan Tanah Terhadap  Pertumbuhan Ubi    Alabio(Dioscrorea alata L.). Jurnal agroekoteknologi.vol 41(2).
Kariawan, dkk. 2015 perancang ulang alat perontok padi yang ekonomis  untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas kebersihan padi.Jurnal ilmiah teknik industri.Vol 1. Hal 12-16.
Murti Usrah Yulia, dkk. 2016. Uji Kinerja dan Analisis Biaya Traktor Roda 4 Model AT 6504 dengan Bajak Piring (Disk Plow) pada Pengolahan Tanah.Jurnal Agritechno.Vol. 9, Nomor 1.
Novianto risky.2015.perancangan mesin perontok padi yang potable dengan biaya terrjangkau.Jurnal riset daerah. Vol.2. no 1. Hal. 6-11.
Nugroho, Adi, Priyo.2018. Pengolahan Tanah Dalam Penyiapan Lahan Untuk Tanaman Karet.Jurnal Litbang.Vol 17 (2).
Oktavia, yusmi.2014.Mesin dan Alat Pengolah Tanah.https://oktaviayusmi.blogspot.com/2014/11/praktikum-mesindan-alat-pertanian-tugas.html.(Diakses pada tanggal 7 Desember 2019).
Suharmanto agus ,dkk.2016. pemberdayaan masyarakat melalui mesin perontok padi  (power  thresher) bagi petani didesa kentang kecamatan bandung.Jurnal Rekayasa.Vol 14. No 2. Hal 56-60.
Tonjang Dewi A. 2013. Laporan Praktikum Mekanisasi Pertanian “Traktor”.
Wendiantanova.2015. efisiensi kerja traktor tangan. blogspot.com.https://wendiatanova.blogspot.com/2013/01/makalah-traktor.html.
Yunus, Lukman,dkk.2017.Optimalisasi Kebutuhan Traktor Untuk Pengolahan Sawah Di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka.Jurnal Rekayasa Pertanian.Vol 4(2).
Zulkifli Zulias Mardinata. 2014. Analisis Kapasitas Kerja Dan Kebutuhan Bahan Bakar Traktor Tangan Berdasarkan Variasi Pola Pengolahan Tanah, Kedalaman Pembajakan Dan Kecepatan Kerja The Analysis Of Working Capasity And Fuel Consumption Of Hand Tractor In Various Tillage Pattern, Plowing Depth And Working Speed.Jurnal Agritech, Vol. 34, No. 3.
Zulpayatun,Dkk.2017.performansi Traktor Tangan Roda Dua Modifikasi Menjadi Roda Empat Multifungsi (Pengolahan Dan Penyiangan) Untuk Kacang Tanah Dikabupaten Lombok Barat.Jurnal Ilmiah Rekayasa Petanian dan Biosistem. Vol 5(1).




             


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH HASIL HUTAN BUKAN KAYU

MAKALAH PENGETAHUAN BAHAN HASIL PERTANIAN

MAKALAH PENGETAHUAN BAHAN HASIL PERTANIAN “SIFAT FISIK MORFOLOGI,SIFAT KIMIA/BIOKIMIA,SIFAT FISIOLOGI DAN MIKROBIOLOGI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.)”