TUGAS MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
DISUSUN OLEH :
KHALIFAH
ADRIANI PUTRI
TOPIK
: URGENSI PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
JUDUL
: PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
PROGRAM
STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS
TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS
MATARAM
2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Pancasila
Sebagai Sistem Etika” dengan topik “Urgensi Pancasila Sebagai Sistem Etika.
Penulis
menyadari akan ketidaksempurnaan makalah ini karena, keterbatasan pengetahuan
yang dimiliki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran serta masukan dari
para pembaa sekalian demi kebaikan kita bersama. Mudah-mudahan makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi kita semua pada umumnya.
Mataram, 23 December 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………………………………………………………..……...i
Daftar
Isi……………………………………………………...………………………………ii
BAB I Pendahuluan………………………………………...……………………………….1
1.1
Latar Belakang………………………………………..…………………………1
1.2
Rumusan Masalah………………………………………….…………………...2
BAB II
Pembahasan………………………………………………………….……………..3
BAB III
Penutup…………………………………………………………………………….6
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………6
Daftar
Pustaka………………………………………………………………………………7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Etika adalah hal yang sangat diperlukan dalam
menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, karena dengan memiliki etika
maka kita mampu menjalankan kehidupan bernegara dengan lancar. Indonesia adalah
negara yang berlandaskan pancasila. Pancasila merupakan dasar dari negara
Indonesia, karena pancasila adalah sebagai dasar Negara Indonesia, maka setiap
tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh warga Indonesia harus berpedoman
dengan nilai-nilai Pancasila. Setiap butir dari Pancasila mengandung
pedoman-pedoman yang dapat dijadikan landasan oleh warga Indonesia untuk bertindak.
Tindakan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia juga harus didasari dengan
nilai moral. Pancasila memegang peranan besar dalam membentuk pola pikir bangsa
Indonesia sehingga bangsa Indonesia dapat dihargai sebagai salah satu bangsa
yang beradab di dunia. Kecenderungan menganggap acuh dan sepele akan kehadiran
pancasila diharapkan dapat ditinggalkan karena pancasila wajib diamalkan oleh
warga Negara Indonesia. Alasan lain karena bangsa yang besar adalah bangsa yang
beradab. Pembentukan etika bukan hal yang susah dan gampang untuk dilakukan,
karena etika berasal dari tingkah laku, perkataan, perbuatan, serta hati nurani
kita masing-masing.
Pada hakikatnya, pancasila bukan merupakan suatu
pedoman yang langsung bersifat normatif ataupun praksis melainkan merupakan
suatu sistem nilai-nilai etika yang merupakan sumber norma. Namun, pada
kenyataanya sekarang sudah berubah. Tingkah laku masyarakat Indonesia dalam
prakteknya sekarang tidak lagi mewujudkan bagaimana bentuk pancasila dan tidak
lagi memperlihatkan nilai etika yang baik itu sendiri. Akhir-akhir ini nilai
pancasila sudah memudar, maksudnya hanya sedikit masyarakat Indonesia yang
mmenggunakan nilai pancasila bagi kehidupannya. Jangankan untuk menggunakan
nilai-nilai pancasila, masih banyak bangsa Indonesia lupa atau tertukar dengan
sila-sila pancasila. Hal, ini dikarenakan kurangnya kita menyebutkan sila-sila
pancasila. Dulu sewaktu kita duduk di bangku sekolah, setiap senin kita pasti
selalu menjalankan upacara bendera, kita serentak hormat kepada bendera merah
putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu wajib bahkan kita serentak
menyebutkan pancasila. Tapi sekarang? Hanya sebagian kecil yang masih
menganggap pancasila itu merupakan pedoman dan sesuatu yang sangat penting bagi
pribadi bangsa Indonesia itu sendiri. Pancasila sebagai sistem etika merupakan
jalan hidup bagi bangsa Indonesia dan juga merupakan struktur pemikiran yang
disusun untuk memberikan tuntunan atau panduan kepada setiap warga negara
Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan yang
akan dibahas adalah :
1.
Bagaimana
pengertian pancasila sebagai sistem etika?
2.
Apa itu etika?
3.
Bagaimana
urgensi pancasila sebagai sistem etika?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pancasila Sebagai Sistem
Etika
Pancasila
memiliki bermacam-macam fungsi dan kedudukan, antara lain sebagai dasar negara,
pandangan hidup bangsa, ideologi negara, jiwa dan kepribadian bangsa. Pancasila
juga sangat sarat akan nilai yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan,
kerakyatan dan keadilan. Oleh karena itu, pancasila sebagai normatif dapat
dijadikan sebagai suatu acuan atas tindakan baik, dan secara filosofis dapat
dijadikan perspektif kajian atas nilai dan norma yang berkembang dalam
masyarakat. Sebagai suatu nilai yang terpisah satu sama lain, nilai-nilai
tersebut bersifat universal, dapat ditemukan dimanapun dan kapanpun. Namun,
sebagai suatu kesatuan nilai yang utuh, nilai-nilai tersebut memberikan cirri
khusus pada ke-Indonesia-an karena merupakan komponen utuh yang terkristalisasi
dalam pancasila. Meskipun para founding fathers mendapat pendidikan dari barat,
namun kausa materialis pancasila digali dan bersumber dari agama, adat dan
kebudayaan yang hidup di Indonesia. Oleh karena itu, pancasila yang pada awalnya
merupakan consensus politik yang member dasar bagi berdirinya negara Indonesia,
berkembang menjadi konsensus moral yang digunakan sebagai sistem etika yang
digunakan untuk mengkaji moralitas bangsa dalam konteks hubungan berbangsa dan
bernegara.
2.2
Pengertian Etika
Dalam
percakapan sehari-hari dan dalam berbagai tulisan sangat sering seseorang
menyebut istilah etika, meskipun sangat sering pula sesesorang menggunakannya
secara tidak tepat. Sebagai contoh pengunaan istilah etika pergaulan, etika
jurnalistik, etika kedokteran dan lain-lain, padahal yang dimaksud adalah
etiket, bukan etika. Etika harus dibedakan dengan etiket. Etika adalah kajian
ilmiah terkait dengann etiket atau moralitas. Dengan demikian, maka istilah
yang tepat adalah etiket pergaulan, etiket jurnalistik, etiket kedokteran, dan
lain-lain. Etiket secara sederhana dapat diartikan sebagai aturan kesusilaan
atau sopan santun. Secara etimologis (asal kata), etika berasal dari bahasa
Yunani, “Ethos” yang artinya watak kesusilaan atau adat. Istilah ini identik
dengan moral yang berasal dari bahasa Latin, “Mos” yang jamaknya mores, yang
juga berarti adat atau cara hidup. Meskipun kata etika dan moral memiliki
kesamaan arti, dalam pemakaian sehari-hari dua kata ini digunakan secara berbeda.
Moral atau moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan
etika digunakan untuk mengkaji sistem nilai yang ada.
2.3 Urgensi Pancasila Sebagai Sistem Etika
Pentingnya
pancasila sebagai sistem etika terkait dengan problem yang dihadapi bangsa
Indonesia sebagai berikut :
1.
Banyaknya kasus
korupsi yang melanda negara Indonesia sehingga dapat melemahkan sendi-sendi
kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.
Masih terjadinya
aksi terorisme ne mengatasnamakan agama sehingga dapat merusak semangat
toleransi dalam kehidupan antar umat beragama, dan meluluhlatakkan semangat
persatuan atau mengancam disintegrasi bangsa.
3.
Masih terjadinya
pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kehidupan bernegara, seperti kasus
penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan Yogyakarta, pada tahun 2013 yang
lalu.
4.
Kesenjangan
antara kelompok masyarakat kaya dan miskin masih menandai kehidupan masyarakat
di Indonesia.
5.
Ketidakadilan
hukum yang masih mewarnai proses peradilan di Indonesia, seperti putusan bebas
bersyarat atas pengedar narkoba asal Australia Schapell Corby.
6.
Banyaknya orang
kaya yang tidak bersedia membayar pajak dengan benar seperti kasus penggelapan
pajak oleh perusahaan, kasus penama papers yang menghindari atau mengurangi
pembayaran pajak
Semua problem tersebut memperlihatkan pentingnya dan
mendesaknya peran dan kedudukan pancasila sebagai sistem etika karena dapat
menjadi tuntunan atau sebagai Leading Principle bagi warga negara untuk
berperilaku sesuia dengan nilai-nilai pancasila.
Etika
pancasila diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
sebab berisikan tuntunan nilai-nilai moral yang hidup. Namun, diperlukan kajian
kritis-rasional terhadap nilai-nilai moral yang hidup tersebut agar tidak
terjebak ke dalam pandangan yang bersifat mitos. Misalnya korupsi terjadi
lantaran seorang pejabat diberi hadiah oleh seseorang yang memerlukan bantuan
atau jasa si pejabat agar urusannya lancar. Si pejabat menerima hadiah tanpa
memikirkan alasan orang tersebut memberikan hadiah. Demikian pula halnya dengan
masyarakat yang menerima sesuatu dalam konteks politik sehingga dapat
dikategorikan sebagai bentuk suap.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pancasila sangat diperlukan sebagai sistem etika
untuk memberikan pedoman dan arahan agar setiap tindakan yang dilakukan oleh
masyarakat Indonesia berpedoman pada sikap moral yang berlandaskan pancasila.
Pancasila sebagai sistem etika adalah pancasila memegang peranan dalam
perwujudan sebuah sistem etika yang baik di negara ini, sehingga tidak dapat
dipungkiri bahwa kehadiran pancasila dalam membangun etika bangsa ini sangat
berandil besar. Jika kita sudah menerapkan etika disetiap butir pancasila, maka
tantangan pancasila sebagai sistem etika dapat terselesaikan
DAFTAR PUSTAKA
Aprilia, Putu.2018.andreaprilliawanputu.blogspot.com,
diakses pada (23 Desember 2018).
Kemalasari, Rani Purwanti.2016. Modul Perkuliahan
Pancasila Semester Gasal Tahun Akademik 2016/2017.Jakarta :
Mercu Buana.
Ahmad, Intan.2016.Pendidikan Pancasila
Untuk Perguruan Tinggi.Jakarta : Direktorat Jenderal
Pembelajaran Dan Kemahasiswaan Kementrian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi

Komentar
Posting Komentar