MAKALAH ILMU PERTANIAN DAN BIOSISTEM TENTANG MEMANFAATKAN USAHA PERTANIAN SEBAGAI OBJEK WISATA
MAKALAH
ILMU PERTANIAN DAN BIOSISTEM
TENTANG MEMANFAATKAN USAHA PERTANIAN
SEBAGAI OBJEK WISATA
Disusun
Oleh kelompok VII :
Nama :
Khalifah
Adriani Putri (J1B018040)
M.
Yanuar Fadly (J1B018050)
Rahul
Ardiansyah (J1B018076)
Sony Febriansyah
Putra (J1B018094)
Tri
Riska Muliani (J1B018100)
Viska
Dita Destina (J1B018102)
Wardatul
Aeni (J1B018104)
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN
AGROINDUSTRI
UNIERSITAS MATARAM
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur panjatkan kehadirat
Allah SWT. Yang atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
Ilmu Pertanian dan Biosistem “ MEMANFAATKAN USAHA PERTANIAN SEBAGAI OBJEK
WISATA“. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu Pertanian dan Biosistem.
Dalam penulisan makalah ini saya
merasa masih banyak kekurangan–kekurangan baik pada teknis penulisan maupun
materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran
dari semua pihak sangat kami harapkan demi menyempurnakan pembuatan makalah
ini.
Akhirnya saya berharap semoga Alah
SWT. memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan
dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah Amiin Yaa Robbal
‘Alamiin.
Mataram,
22 Mei 2019
PENYUSUN
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL........................................................................................................ 1
KATA
PENGANTAR...................................................................................................... 2
DAFTAR
ISI.................................................................................................................... 3
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah................................................................................................. 4
C. Tujuan.................................................................................................................... 4
BAB
II PEMBAHASAN
A. Perkebunan............................................................................................................ 5
B. Perikanan............................................................................................................... 6
C. Kehutanan.............................................................................................................. 8
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan.......................................................................................................... 11
DAFTAR
PUSTAKA..................................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pertanian terpadu yang
dikembangkan di lahan lebih luas dapat menjadi suatu pengembangan agribisnis
yang menguntungkan. Suatu sistem pertanian terpadu di lahan yang cukup luas
serta dikelola dengan baik dapat dijadikan sebuah percontohan maupun pelatihan
bagi masyarakat umum, hal tersebut menjadi peluang dalam mengembangkan
agrowisata. Agrowisata merupakan diversivikasi produk wisata dari penggabungan
aktivitas pertanian (agro) dan rekreasi di sebuah lingkungan pertanian. Diversivikasi
usaha pertanian diimplementasikan antara lain dengan menggabungkan sektor
pertanian dengan sektor pariwisata dalam bentuk wisata pertanian atau lebih
dikenal dengan agrowisata.
Wisata pertanian merupakan
usaha di bidang jasa yang tidak hanya menjual kebutuhan pemandangan yang indah
bagi konsumen, melainkan juga berperan sebagai media promosi produk pertanian,
media pendidikan masyarakat, memberikan sinyal bagi peluang pengembangan produk
agribisnis dan dapat menjadi kawasan pertumbuhan baru. Dengan demikian
agrowisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru daerah, sektor
pertanian, dan ekonomi nasional.
B. Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah pada
makalah tentang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata adalah
sebagai berikut:
1.
Bagaimana pemanfaatan
pertanian sebagai objek wisata?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah
tentang memanfaaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata adalah sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui pemanfaatan pertanian sebagai objek wisata.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perkebunan
Hubungan antara pertanian dan wisata atau biasa
disebut agrowisata. Agrowisata adalah salah satu bentuk pariwisata yang objek
wisata utamanya adalah lanskap pertanian seperti perkebunan. Maka dapat
dikatakan bahwa wisata atau agrowisata merupakan wisata yang memanfaatkan
obyek-obyek pertanian seperti perkebunan.
Beberapa sumber
menjelaskan bahwa wisata pertanian(agrowisata) adalah salah satu bentuk
kegiatan wisata yang dilakukan dikawasan pertanian seperti perkebunan yang
menyajikan suguhan pemandangan alam kawasan perkebunan. Aktivitas dalam
perkebunan seperti persiapan benih, pemeliharaan tanaman, pemanenan pengolahan
hasil panen dan bahkan wisatawan dapat
membantu atau ikut terlibat dalam proses
atau segala aktivitas yang ada dalam perkebunan dan membeli produk hasil dari
perkebunan.
Perkebunan yang
dijadikan tempat wisata umumnya berada pada daerah yang memiliki iklim dingin
atau dengan kata lain ada pada dataran tinggi dimana perkebunan dapat
dilaksanakan. Pengembangan wisata dengan metode perkebunan memiliki kesenangan
tersendiri. Didalamnya para wisatawan dapat mengetahui lebih lanjut tentang
perkebunan dan bahkan dapat melakukannya. Pendekatan ini secara tidak
langsung menambah pengetahuan mengenai
perkebunan bagi para pariwisata. Selain itu, dengan adanya parawisata petani mendapatkan keuntungan yang lebih dari adanya
pariwisata tersebut.
Manfaat lain
dijadikannya perkebunan sebagai tempat wisata adalah kelestarian alam sekitar
terjaga. Agrowisata pada prinsipnya merupakan kegiatan industri yang
mengharapkan kedatangan konsumen secara langsung ditempat wisata yang
diselenggarakan. Aset yang penting untuk menarik kunjungan wisatawan adalah
keaslian, keunikan, kenyamanan, dan keindahan alam. Oleh sebab itu, faktor
kualitas lingkungan menjadi modal penting yang harus disediakan terutama pada
wilayah-wilayah yang dimanfaatkan untuk dijelajahi para wisatawan.
Salah satu pemanfaatan pertanian sebagai
objek wisata adalah kebun raya lombok timur. Jika anda berkunjung ke Pulau
Lombok anda akan menuliskan daftar kunjungan ke tempat-tempat wisata yang
menarik yang mempunyai karakter berbeda, sebut saja beberapa diantaranya adalah
; Pantai Senggigi, Pulau Gili ( Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air ) yang
merupakan objek wisata menarik bagi wisatawan penikmat pantai dengan pasir
putih yang khas, yang mana tempat ini menyuguhkan tempat untuk snorkeling,
ataupun berselancar. Atau bagi anda pecinta wisata alam, anda pun dapat mencoba
berpetualang di alam bebas dengan memasuki kawasan Taman nasional gunung
Rinjani yang merupakan gunung vulkanis tertinggi kedua di Indonesia dengan
pemandangan alam yang sangat indah. Berbicara wisata alam di Pulau Lombok
khususnya, saat ini tengah dibangun sebuah kawasan konservasi tumbuhan ex-situ
bernama Kebun Raya Lemordalam kawasan Hutan Lindung Lemor / Petandakan di
Desa Suela, Kecamatan Suela yang berjarak kurang lebih 28 km di sebelah utara
Kota Selong Lombok Timur dengan luas sekitar 130 ha.
Lokasi untuk pembangunan Kebun Raya
Lombok ini mempunyai pemandangan yang indah dengan latar belakang Gunung
Rinjani serta Selat Sumbawa (Selat Alas) di bagian yang lainnya. Arealnya masih
berupa hutan sekunder sekitar 89,2 ha dengan vegetasi campuran dan areal yang
terbuka (Kopang II) sekitar 42 ha yang saat ini digunakan untuk budidaya
beberapa jenis tanaman pertanian oleh beberapa instansi Pemda Kabupaten Lombok
Timur. Setiap kebun raya memiliki ciri khusus yang membedakan antara satu
dengan kebun raya lain, begitu juga halnya dengan Kebun Raya Lombok, kebun raya
ini dikembangkan dengan tema “konservasi tumbuhan Kepulauan Sunda Kecil”. Hal
ini mengingat Kebun Raya Lombok merupakan kebun raya pertama (dan saat ini
merupakan satu-satunya) yang dibangun di kawasan bioregion Sunda Kecil (Lesser
Sunda Islands), dan diharapkan dapat menjadi salah satu pusat keberdayaan warga
yang terintegrasi dalam pengembangan kawasan (DAS) melalui kolaborasi
multipihak yang sinergis.
B. Perikanan
Pertanian bisa juga
dipadukan dengan sektor perikanan, salah satunya adalah sistem tanam mina padi.
Mina padi аdаlаh cara уаng digunakan оlеh petani dеngаn menggabungkan teknik
budidaya padi dan pemeliharaan ikan, уаng dilakukan secara bersamaan dі lahan
sawah. Bіаѕаnуа sistem minapadi dilakukan dі sistem pengairan sawah teknik dan
setengah teknis.
Sebab keberadaan air dі sawah
dalam sistem minapadi sangan dibutuhkan. Minapadi merupakan salah satu strategi
уаng baru dilakukan petani, dаrі sistem monokultur kе sistem diversivikasi
pertanian. Gerakan usaha budidaya minapdi merupakan usaha terpadu уаng dараt
meningkatkan produktivitas lahan sawah, dalam rangka meningkatkan pemdapatan
untuk kesejahteraan petani dan terciptanya ketahanan pangan. Terdapat dua jenis
budidaya ikan dі sawah уаіtu budidaya ikan ѕеbаgаі penyelang tanaman padi dan
budidaya secara tumpangsari atau budidaya ikan bеrѕаmа padi.
1. Budidaya Ikan Sеbаgаі
Penyelang Tanaman Padi
Pemeliharaan ikan
ѕеbаgаі penyelang dilakukan ѕеtеlаh tanah sawah dikerjakan sambil menunggu
penanaman padi. Lamanya pemeliharaan bіаѕаnуа 20 – 30 hari, ѕаmраі pada saat
benih padi siap untuk ditanam. Pada sistem іnі bіаѕаnуа hаnуа dilakukan untuk
pendederan benih ikan. Tujuannya аdаlаh ѕеtеlаh umur 20 – 30 hari, hasil
dederan berubah menjdai anak ikan уаng siap ditebarkan dі kolam.
2. Budidaya Ikan Bеrѕаmа
Padi
Budidaya ikan bеrѕаmа
padi merupakan pemeliharaan ikan dі sawah уаng dilakukan bеrѕаmа dеngаn tanaman
padi. Lama pemeliharaan аdаlаh sejak benih padi ditanam ѕаmраі penyiangan I,
penyiangan II atau ѕаmраі tanaman padi mulai berbunga, kira-kira umur tanaman
padi 50 hari. Sistem budidaya minapasi іnі ѕеrіng disebut ѕеbаgаі sistem
tumpangsari.
a. Keuntungan dan Kelemahan Minapadi
1). Keuntungan mina padi
a) Meningkatkan pendapatan petani sawah уаng mengalami
kegagalan panen akibat serangan hama wereng уаng meningkat akibat perubahan
iklim. Karena dеngаn adanya ikan dі sawah аkаn mengonsumsi hama wereng уаng
jatuh kе air akibat gerakan ikan.
b) Meningkatkan produksi padi уаіtu sekitar 10-20%
dеngаn pola minapadi dan sekaligus peningkatan produksi ikan minimal 1 ton/ha
permusim tanam.
c) Membantu percepatan perbaikan lingkungan karena dеngаn
pola minapadi аkаn mengurangi gas metan уаng dibuang dаrі sisa pemupukan.
d) Penghematan pengeluaran pemerintah untuk subsidi pupuk
karena dеngаn minapadi bіѕа mengurangi penggunaan pupuk 20 – 30 %.
e) Peningkatan konsumsi ikan gunа perbaikan gizi keluarga
karena dаrі data konsumsi ikan tеrlіhаt pada provinsi utama penghasil beras
jumlah konsumsi ikan perkapita уаng terendah (18 – 23 Kg/kapita ѕеdаngkаn
rata-rata nasional 30 kg/kapita).
f) Pengembangan industri pedesaan ѕеlаіn adanya
penggilingan padi јugа diharapkan tumbuh industri pengelolaan ikan pedesaan.
g) Diperoleh dua macam produksi sekaligus, sehingga dараt
meningkatkan pendapatan keluarga.
h) Petani menjadi lebih rajin mengawasi sawahnya karena
dі tuntut ѕеtіар hari harus mengecek aliran air уаng masuk kе sawahnya dan
pengecekan saringan/filter уаng ada agar ikan dі sawah tіdаk gampang terlepas.
i)
Kotoran
ikan merupakan pupuk organik bagi tanaman padi.
j)
Memperbaiki
struktur tanah, karena ikan dalam mencari makan ѕеlаlu membolak-balikan lumpur.
k) Ikan аkаn membantu memakan binatang-binatang kecil
уаng merupakan hama tanaman padi.
l)
Mengurangi
ketergantungan terhadap impor daging karena ikan dараt kita produksi
dengn harga уаng lebih murah dibandingkan daging.
m) Ketahanan pangan уаng selama іnі disangga оlеh beras
аkаn dараt dikurangi dan sekaligus kelebihan beras уаng dihasilkan аkаn dараt
mengisi kebutuhan pangan dunia.
b. Kelemahan Minapadi
Kelemahan dаrі sistem
minapadi аdаlаh pemberian pestisida уаng berlebihan pada padi, јugа dараt
mempengaruhi kehidupn ikan dan mudahnya hama seperti ular, kodok, dan burung
masuk kedalam sawah.
C.
Kehutanan
Wisata alam merupakan suatu
kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara
sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati gejala keunikan dan keindahan
alam Taman Nasional, Taman Hutan Raya, Taman Wisata Alam, Taman Buru, Hutan
Lindung, dan Hutan Produksi (Direktorat Pemanfaatan Alam dan Jasa Lingkungan,
2002). Wisata alam mulai berkembang sejalan dengan berkurangnya kawasan
ekosistem alami di dunia yang didukung oleh semakin meningkatkan kesadaran manusia
terhadap lingkungan. Menurut Rusita (2007) obyek wisata alam yang tersebar di
laut, pantai, hutan dan pegunungan adalah produk-produk potensial yang dapat
dikembangkan untuk kegiatan wisata alam. Setiap produk wisata alam memiliki
tingkat amenitas serta nilai daya saing tersendiri. Keanekaragaman
hayati berupa flora dan fauna, keunikan, keindahan bentang alam serta gejala
alam merupakan salah satu aspek penting yang menjadi obyek dan daya tarik
wisata alam (ODTWA) (Romani, 2006).
Menurut Kohler et. al.
dalam Fandeli (2000), produk wisata adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada
pasar agar orang tertarik perhatiannya, ingin memiliki, memanfaatkan dan
mengkonsumsi untuk memenuhi keinginan dan mendapat kepuasan.Untuk dapat
mempertahankan keaslian, keutuhan dan kelestarian alam dan lingkungan, pada
suatu kawasan, seperti cagar alam, suaka marga satwa, atau taman nasional, pola
pengembangan kepariwisataan alam didasarkan pada produk wisata (product driven).
Komponen-komponen produk wisata yang dapat dikembangkan untuk pariwisata alam
adalah (Fandeli, 2002):
1. Komponen
atraksi kepariwisataan alam sangat ditentukan oleh keberadaan, perilaku dan
sifat dari obyek dan daya tarik alam. Atraksi alam berupa gunung, pantai,
sungai, hutan, lembah, ngarai, gua, dan laut mempunyai kondisi, sifat dan
perilaku yang harus diperhatikan dalam perencanaan pengembangan obyek dan daya
tarik wisata alam.
2. Komponen amenitas
berkaitan dengan kebutuhan akan fasilitas dan utilitas. Wisatawan akan merasa
puas dengan fasilitas dan utilitas apa adanya di alam atau seperti yang
dilakukan penduduk setempat. Aspek penunjang dari amenitas adalah kemudahan
dalam mendapatkan telpon, kantor pos dan penukaran uang. Hal yang patut
mendapatkan perhatian adalah pelayanan yang baik, makanan bergizi sehat,
akomodasi y ang aman, dan sanitasi yang baik.
3. Komponen aksesibilitas
berkaitan dengan sarana transportasi. Tersedianya alat transportasi yang banyak
dan beragam serta menjamin keselamatan sangat membantu kelancaran perjalanan
wisatawan. Hal yang sangat penting dalam alat transportasi ini adalah jaminan
keselamatan. Wisatawan sangat peduli akan keamanan dan keselamatan diri dalam
perjalanan berwisata. Hal ini terutama untuk wisatawan mancanegara.
4. Komponen kelembagaan
pengembangan kepariwisataan alam diperlukan koordinasi yang bagus bagi seluruh stakeholder.
Adanya keterkaitan yang banyak antar lembaga yaitu mulai dari pengelola obyek,
fasilitas, prasarana dan sarana tranportasi, masyarakat dan pemerintah daerah
kesemuanya perlu mempunyai visi yang sama. Lembaga pengambil kebijakan baik
pusat maupun daerah, seluruh kebijakan harus sejalan dengan visi dan misi dari
seluruh pelaku pariwisata.
5. Komponen lingkungan berkaitan dengan daya dukung fisik, ekologi
dan psikologis. Oleh karena itu setiap kawasan atau ODTW yang akan dikembangkan
menjadi wisata alam terlebih dahulu dilakukan analisis daya dukungnya. Hal ini
dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerusakan lingkungan, yang nantinya
dapat menurunkan kualitas ODTW.
Salah satu pemanfaatkan hutan
sebagai objek wisata adalah yang terdapat di taman surani, lombok barat. Taman suranadi Lombok
merupakan taman konservasi seluas 52 hektar yang dihuni tumbuhan langka yang
rindang dan menjadi tempat perlindungan berbagai jenis binatang langka. Tempat
wisata yang menawarkan keindahan alam berupa flora dan fauna yang beraneka
ragamnya, hutan lindungnya yang rimbun, beragam jenis binatang dan pemandian
dari sumber air asli gunung rinjani. Meski begitu, taman ini memiliki hutan
lindung yang cukup luas dengan pepohonan yang besar dan aneka ragam tanaman
yang mungkin sudah hidup puluhan tahun. Pohon yang rimbun dan terawat ini
memberikan suasana seakan anda berada dihutan lepas. Karena hutan lindung ini
masih terjaga lumrah jika anda akan menemui beberapa hewan seperti monyet atau
burung yang dibiarkan terlepas.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil makalah tersebut dapat
disimpulkan bahwa di bidang pertanian bisa dibuat sebagai tempat wisata.
Contohnya pada sektor perkebunan adalah
taman kebun raya, pada sektor perikanan adalah mina padi dan pada sektor kehutanan adalah
taman suranadi. Jadi pertanian tidak hanya berfokus pada tahap penanaman,
pemeliharaan, panen dan pasca panen saja. Tetapi bisa juga dimanfaatkan menjadi
objek wisata yang mencakup sektor pertanian, seperti perkebunan, perikanan, dan kehutanan.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Kehutanan. 2002. Penilaian
Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam. Laporan Akhir. Dirjen PHKA. Bogor. 75p.
Fandeli Ch. 2000. Pengusahaan
Ekowisata. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Fandeli Ch. 2002. Perencanaan
Kepariwisataan Alam. UGM. Yogyakarta. 268p.
Romani, Siam. 2006. Penilaian
Potensi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam serta
Alternatif Perencanaan di Taman Nasional Bukit Dua Belas Provinsi
Jambi.Skripsi. IPB. Bogor. 91p.
Jambi.Skripsi. IPB. Bogor. 91p.
Rusita. 2007. Studi
Pengembangan Produk Wisata Alam Di Kawasan Taman
Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat.Tesis. UGM. Yogyakarta. 165p.
Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat.Tesis. UGM. Yogyakarta. 165p.
Komentar
Posting Komentar