LAPORAN MINGGUAN
PRATIKUM KIMIA
DASAR
PENGENALAN
ALAT-ALAT DI LABORATORIUM
DI SUSUN OLEH:
NAMA
: KHALIFAH ADRIANI PUTRI
NIM : J1B018040
KELOMPOK : II
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2018
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pengenalan alat-alat yang akan
dipergunakan dalam laboratorium sangat penting guna kelancaran percobaan yang
akan dilaksanakan diantaranya adalah menghindari kecelakaan kerja dan gagalnya
percobaan . Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya
jika tidak sesuai dengan prosedur pemakaian.
Oleh karena itu,pemahaman fungsi dan
cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan
sebelum melakukan praktikum dilaboratorium ,kita sebagai
praktikan harus mengenal alat-alat laboratorium dan semua fungsi peralatan
dasar yang bisa digunakan dalam laboratorium
kimia.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan praktikum ini,yaitu :
a)
mahasiswa
mampu mengetahui nama alat-alat dilaboratorium kimia.
b)
mahasiswa
mampu mengetahui apa saja fungsi dari alat-alat tersebut.
c) mahasiswa mampu mengetahui cara penggunaan beberapa alat
di laboratorium
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Seperti yang telah dijelaskan,bahwa teori pengenalan
alat-alat laboratorium bertujuan untuk membuat praktikan mengetahui fungsi atau
kegunaa alat-alat laboratorium , oleh karea itu fungsi daripada tiap-tiap alat
akan djelaskan dengan tujuan agar praktikan dapat memahami secara jelas kegunaan
alat-alat tersebut , prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat
digunakan . Beberapa kegunaan alat tersebut dapat dikenali berdasarkan namanya
. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya disertai dengan informasi
tertulis ,biasanya diberi tambahan ‘’graph’’ seperti thermograph
(Moningka,2008).
Penggunaan beberapa alat gelas dengan
tepat penting untuk diketahui agar pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan
baik . Kesalahan dalam penggunaan alat-alat ini dapat mempengaruhi hasil yang
akan diperoleh.Oleh karena itu,harus diberikan pelatihan tentang penggunaan
alat-alat tersebut (Setiawati,2002).
Penggunaan
alat-alat gelas tersebut haruslah sesuai dengan fungsinya agar pekerjaan
tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat . Apabila terjadi suatu kesalahan
atau kekeliruan dalam penggunaan akan mempengaruhi hasil yang diperoleh atau
dipakai di laboratorium ,antara lain : erlenmeyer ,gelas
ukur,botol,pipet,corong,tabung reaksi,dan lain-lain.
Selain
untuk menghindari kecelakaan dan bahaya,dengan
memahami cara kerja dan fungsi dari masing-masing alat,praktikan dapat
melaksanakan praktikum dengan sempurna,kebersihan alat yang digunakan dan
ketelitian praktikan dalam perhitungan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam
suatu pratikum,dengan ketelitian dan ketepatan penggunaan alat maka kesalahan
dapat diminimalisir (Setiawati,2002).
Dari penjelasan yang telah diuraikan
diatas,dalam pelaksanaannya diharapkan kita dapat melakukan percobaan dengan
baik,dimana selain memperkenalkan alat dan fungsinya kita juga harus mengetahui
sistematika atau langkah-laangkah penggunaan alat akan membuat praktikan tahu
bagaimana mengatasi kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi pada alat saat kita
melakukan percobaan dilaboratorium (Mardani,2007).
Secara umum fungsi setiap alat diberikan
secara umum karena tidak mungkin semua fungsi diutarakan dalam melakukan
kegiatan dilaboratorium.Untuk memudahkan dalam setiap pemahaman alat-alat
laboratorium,penulisan alat-alat diurut sesuai dengan abjad.Agar alat-alat
laboratorium dapat digunakan dalam wktu relatif lama dalam keadaan baik,perlu
pemeliharaan dan penyimpaan yang memadai (Koesmadja,2006).
Ada
beberapa faktor yang sangat penting dalam mengetahui alat-alat yang ada
dilaboratorium yaitu masalah alat-alat yang digunsksn dan adanya ketelitian
praktikan dalam melakukan pengukuran dan perhitungan.Suatu laboratorium harus
merupakan tempat yang aman bagi praktikan.Aman tehadap kemungkinan kecelakaan
fatal maupun sakit atau gangguan kesehatan lannya.Hanya didalam laboratorium
yang aman,bebas dari rasa khawatir akan kecelakaan,dan keracunan seseorang
dapat bekerja dengan aman,priduktif,dan efisien (Roeswati,2004).
Metode
pembelajaran kimia dapat membantu para siswa dalam memperoleh pengetahuan
melalui pengalaman nyata adalah kegiatan laboratorium.Kegiatan laboratorium
merupakan karakteristik dari pembelajaran sains,ilmu sains yang abstrak dapat
divisualisasikan untuk memperoleh informasi faktual sebagai jembatan dalam
mempertahankan pemahaman teori dan konsep (Afriani laela muritasari,dkk.2016).
BAB III
METODOLOGI
PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan tempat
Praktikum ini
dilaksanakan pada hari Jumat 16 November 2018 di laboratorium Teknik
Biopres Fakultas Teknologi Pangan dan
Agroindustri Universitas Mataram.
3.2 Alat
Adapun alat-alat yang
digunakan pada praktikum ini,yaitu sebagai berikut :
a. Botol
tetes atau botol semprot
b. Corong
c. Erlenmeyer
d. Gelas ukur
e. Pipet ukur
f. Pipet tetes
g. Rak tabung
h. Tabung reaksi
i. Timbangan analititik
3.3
Prosedur kerja
a.Dipersiapkan alat-alat yang akan
digunakan
b.Diamati alat-alat laboratorium yang
dijelaskan
c.Dipahami fungsi atau kegunaan dari
masing-masing alat
d.Digambar setiap alat yang diamati
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil pengamatan
Tabel 4.1.1 Pengenalan alat
NO
|
Nama Alat
|
Gambar
|
1
|
Botol tetes atau botol
semprot
|
![]() |
2
|
Corong
|
![]() |
3
|
Erlenmeyer
|
![]() |
4
|
Gelas kimia
|
![]() |
5
|
Gelas ukur
|
|
6
|
Pipet ukur
|
![]() |
7
|
Pipet tetes
|
![]() |
8
|
Rak tabung
|
![]() |
9
|
Tabung reaksi
|
![]() |
10
|
Timbangan analitik
|
![]() |
4.2 Pembahasan
Botol tetes atau botol semprot
adalah botol yang biasannya digunakan untuk menyimpan aquades dan digunakan
untuk mencuci atau menetralkan peralatan yang akan digunakan untuk mencuci atau
menetralkan peralatan –peralatan yang akan digunakan.Cara menggunakan yaitu
dengan menekan botol maka aquades akan keluar
Corong adalah sebuah benda
berbentuk kerucut dengan bentuk lubang
diujung benda yang lebar dan lubang sempit dan panjang diujung lainnya,corong
berfungsi untuk menolong pada saat memasukan cairan kedalam suatu wadah dengan
mulut sempit seperti botol,labu ukur,buret dan sebagainya .Cara menggunakan
corong sangatlah mudah hanya dengan mengambil corong sesuai ukuran wadah yang
digunakan agar air tidak melimpah.Kemudian tuangkan larutan dengan hati-hati
kemudian angkat corong perlahan.Kekurang hati-hatian dalam menggunakan corong
akan mengakibatkan corong pecah atau retak yang dapat menyebabkan larutan melimpah
sehingga corong harus diganti.
Erlenmeyer adalah wadah untuk bahan kimia yang berbentuk
kerucut dengan leher sebagai pegangan dan juga dapat digunakan untuk
mencantelkan sebuah penjepit atau menggunakan stopper.Prinsip kerja erlenmeyer
dengan tutup asah digunakan untuk mencampurkan reaksi dengan kecepatan
lemah.Fungsi erlenmeyer yaitu mengukur dan mencampur bahan-bahan
analisa,menampung larutan bahan padat ataupun cairan,tempat untuk melakukan
titrasi bahan,tempat kultivasi mikroba dalam kultur cair.
Gelas kimia adalah adalah
tempat untuk melarutkan zat yang tidak butuh ketelitian tinggi,misalnya
pereaksi atau reagen untuk analisis kimia kualitatif atau untuk melarutkan zat
yang pembuatannya dilrutkan standar sekunder pada analisis trimetri atau
volumetri.Fungsi gelas kimia yaitu untuk mengukur volume larutan ataupun bahan
yang tak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi,digunakan sebagai wadah
untuk memanaskan bahan diatas hot plate,ini hanya untuk gelas kimia yang
terbuat dari bahan kaca borosilat
Gelas ukur adalah peralatan
laboratorium umum yang digunakan untuk mengukur volume cairan.Alat ini memiliki
bentuk silinder dan setiap garis penanda pada gelas ukur mewakili jumlah cairan
yang telah terukur yang mempunyai fungsi untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian
yang tinggi dalam jumlah tertentu.Saat membaca skala gelas ukur,letakkan gelas
pada media yang sejajar dan rata (meja) dengan posisi sejajar dengan permukaan
larutan yang dituangkan lalu sesuaikan dengan ukuran yang tertera pada
gelas,sehingga akurasi ketelitian pada penglihatanlebih besar
Pipet tetes adalah jenis pipet yang berupa
pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta
ujungnya ditutupi karet.Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan
kecil.Saat melakukan percobaan reaksi kimia di laboratorium,bahan yang kita
perlukan jumlahnya tidaklah terlalu besar sehingga tidak bisa diukur dengan
alat ukur yang berskala.Untuk keperluan itu dipergunakan pipet tetes,pipet
tetes ini hanya bisa digunakan untuk bahan yang bersifat cair.Jika ada bahan
padatan yang harus diukur menggunakan pipet tetes,maka padatan tersebut harus
dilarutkan.Pipet tetes berfungsi untuk membantu memindahkan cairan dari wadah
satu ke wadah lainnya dalam jumlah yang sangat kecil yaitu setetes demi
tetes.Pemindahan cairan dengan menggunakan pipet tetes memang memakan waktu
yang lama,tapi demi keakuratan percobaan,biasanya hal tersebut memang terpaksa dilakukan
Pipet ukur adalah adalah
pipet yang digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tepat atau sesuai
dengan label yang tertera pada bagian yang menggelembung (gondok) pada bagian
tengah pipet.Terdapat tabung silinder
diantara ujung pipa kaca bagian atas dan bawah,berfungsi sebagai wadah untuk
menampung cairan.Penggunaannya sedikit sulit karena dalam pengambilan larutan
harus menggunakan bantuan bulp atau pipet pump untuk menyedot larutan yang
berbahaya.
Rak tabung adalah
alat yang umumnya terbuat dari kayu.Rak tabung mempunyai 12 lubang dengan 12 lubang atau cekungan dibawahnya
untuk menyimpan tabung reaksi.Ukuran rak ini sekitar 20x10 cm.Pada bagian
lainnya,terdapat 6 batang kayu yang berfungsi sebagai tempat tabung reaksi
dikeringkan.Fungsi tabung reaksi yaitu
mengeringkan dan menjaga tabung reaksi agar tidak berjamur.
Tabung reaksi
adalah peralatan gelas yang terbuat dari kaca atau plastik bentuknya kira-kira
sebesar jari tangan manusia.Tabung reaksi tersedia dalam berbagai macam ukuran.Namun
pada umumnya memiliki ukuran berdiameter 10-20 dengan panjang 50-200 mm.Fungsi
tabung reaksi adalah untuk mencampur,menampung dan memanaskan bahan-bahan kimia
cair atau padat,utamanya untuk uji kualitatif.Selain berukuran kecil ada juga
tabung reaksi yang memiliki ukuran besar,alat tersebut dinamakan ‘’labu
didih’’.
Timbangan
analitik atau neraca analitik atau
laboratorium gigital adalah jenis timbangan yang seringkali digunakan didalam
laboratorium.Fungsi timbangan analitik yaitu membantu mengukur berat bahan yang
nantinya akan digunakan sebelum melakukan sebuah percobaan yang tentu saja
membutuhkan sebuah penimbang.Bahan yang nantinya akan ditimbang biasanya
memiliki bentuk padatan yang mana tidak menutup kemungkinan untuk
menimbang sebuah bahan diantaranya waterpass,piringan
timbangan dan juga tombol pengaturan,untuk waterpass ini memiliki fungsi
sebagai penanda posisi timbangan yang sedang digunakan,timbangan harus dalam
keadaan seimbang ketika melakukan timbangan supaya nantinya data yang diberikan
bisa akurat .Piringan timbangan berfungsi untuk tempat bahan yang akan
ditentukan beratnya.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan,dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.Alat yang
digunakan dalam melakukan pratikum ini adalah,corong,pipet tetes,gelas
ukur,erlenmeyer,tabung reaksi,rak tabung,gelas kimia,botol tetes atau botol
semprot,pipet ukur,timbangan analitik.
2.Masing-masing alat praktikum memiliki fungsi dan penggunaan
yang berbeda-beda seperti gelas ukur berfungsi sebagai pengukur segala benda
dengan ketelitian yang tinggi.Gelas kimia berfungsi untuk mengukur volume
larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi,menampung zat
kimia,memanaskan cairan dan media pemanasan cairan.Tabung reaksi berfungsi
sebagai wadah untuk mereaksikan dua atau lebih larutan.Erlenmeyer berfungsi
untuk menampung larutan yang akan dititrasi pada proses titrasi.Timbangan
analitik memiliki fungsi membantu untuk mengukur berat bahan secara
teratur.Piprt tetes berfungsi untuk menyimpan aquades untuk mencuci ataupun
membilas bahan-bahan yang tidak larut dalam air.Pipet ukur berfungsi untuk
mengukur volume larutan.Rak tabung berfungsi digunakan pada saat melakukan
percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi.
3.Cara pengguanaan labu ukur atau erlenmeyer yaitu
dibersihkan,lalu dikeringkan dengan lap,kemudian dimasukan larutan yang akan
diencerkan atau masukan zat dengan bantuan kertas isap.Tabung reaksi cara
penggunaannya adalah dibersihkan terlebih dahulu lalu dikalibrasi dengan
aquades setelah itu lap,kemudian masukan sampel yang akan direaksikan dimasukan
kedalam tabung reaksi.Gelas ukur cara penggunaannya yaitu membersihkan terlebih
dahulu dengan aquades sebanyak tiga kali lalu masukan larutan kimia kedalamnya
dengan pipet sebanyak 10 ml.Corong cara penggunaanya yaitu dengan memasukan
dalam wadah agar cairan tidak tumpah.Pipet ukur cara penggunaanya yaitu cairan
disedot dengan pipet ukur dengan bantuan filter sampai dengan volume yang
diinginkan.Pipet tetes cara penggunaanya yaitu letakkan kertas lakmus merah
atau biru yang sudah dipotong kecil,lalu teteskan larutan yang akan diperiksa
sifat asam atau basanya.Rak tabung cara penggunaannya yaitu simpanlah tabung
reaksi pada lubang-lubang yang tersedia.Timbangan analitik cara penggunaanya
yaitu pastikan angka yang tertera pada neraca adalah ‘’0’’ letakkan bahan yang
akan diuji.
5.2 Saran
Saran
saya,semua praktikan harus menguasai materi percobaan dengan cermat serta
teliti agar mendapat hasil yang maksimal,saat melakukan praktikum sebaiknya
praktikan berhati-hati dalam laboratorium karena ada banyak alat-alat
laboratorium yang tersimpan dan agar alat tersebut tidak rusak











Makasihhh beb
BalasHapusSama sama molenn
BalasHapus